Jakarta, IDN Times – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, mengungkap adanya potensi penambahan biaya penerbangan haji menyusul usulan dari maskapai Garuda Indonesia sebesar Rp7,9 juta dan Saudi Arabian Airlines Rp8 juta per jemaah.
Kenaikan ini disebut terpicu oleh lonjakan harga avtur global, beban war risk, pelemahan nilai tukar, serta kemungkinan perubahan rute penerbangan untuk menghindari wilayah konflik.
“Kenaikan harga avtur global, lonjakan pemerintahan war risk, serta pelemahannya nilai tukar, biaya tersebut meningkat signifikan,” ujar Gus Irfan di Kantor Komisi VIII DPR RI, Rabu (8/4/2026).
