Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menkes: Kasus ISPA akibat Karhutla Turun Jadi 3 Ribu per Hari

2 min read
Menkes: Kasus ISPA akibat Karhutla Turun Jadi 3 Ribu per Hari
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konpers pencapaian 2 tahun pemerintahanPrabowo-Gibran di Gedung Kemenkes, Kamis (22/10/2026) (IDN Times Dini Suciatiningrum)
  • Kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla turun dari 10–15 ribu menjadi sekitar 3 ribu per hari, dengan total laporan mencapai 333 ribu kasus.

  • Pemantauan Kemenkes menunjukkan pencemaran udara di sejumlah wilayah Kalimantan membaik, termasuk Kalimantan Timur dan Barat, meski Kalimantan Tengah masih tinggi.

  • Kualitas udara di Riau masih cenderung meningkat, sementara kondisi Sumatra Selatan bervariasi; Lamandau, Pulang Pisau, dan Barito Utara mencatat tren penurunan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami penurunan. Jumlah kasus yang sebelumnya mencapai 10 ribu hingga 15 ribu per hari, kini turun menjadi sekitar 3 ribu kasus per hari.

Budi menyebut, total laporan kasus ISPA tercatat mencapai 333 ribu. Namun, ia meminta angka tersebut dilihat berdasarkan tren harian untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak karhutla.

“Emang laporannya 333 ribu, tapi teman-teman mesti lihat, waktu pertama kali jadi, ini sekitar 10 ribuan per hari. 10 sampai 15 ribu per hari yang kena. Sekarang sudah turun ke 3 ribuan,” kata Budi dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Kamis (22/10/2026).

  1. 1. Tren pencemaran udara turun

    IMG_20261022_161753.jpg
    Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konpers pencapaian 2 tahun pemerintahanPrabowo-Gibran di Gedung Kemenkes, Kamis (22/10/2026) / IDN Times Dini Suciatiningrum

    Menurut Budi, pemantauan Kemenkes menunjukkan tren pencemaran udara di sejumlah wilayah Kalimantan mulai membaik. Meski demikian, kualitas udara di Kalimantan Tengah masih tinggi, sementara kondisi di beberapa daerah lain menunjukkan perkembangan yang berbeda.

    “Jadi kalau kita melihat trennya. Ada Kalimantan Tengah yang masih tinggi, beberapa kayak Kalimantan Timur sudah agak menurun kalau dibandingin yang September ya, Kalimantan Barat juga sudah mulai menurun,” paparnya.

  2. 2. Tren kasus turun di sejumlah daerah

    IMG_20261022_161533.jpg
    Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konpers pencapaian 2 tahun pemerintahanPrabowo-Gibran di Gedung Kemenkes, Kamis (22/10/2026) / IDN Times Dini Suciatiningrum

    Budi menyebut, sejumlah daerah, seperti Lamandau, Pulang Pisau, dan Barito Utara, menunjukkan tren penurunan pencemaran udara. Secara umum, jumlah wilayah yang mengalami penurunan pencemaran udara kini lebih banyak dibandingkan wilayah yang mengalami kenaikan.

    “Jadi trennya itu sekarang sudah membaik. Dan ini mudah-mudahan kalau nanti musim hujan masuk, ini akan jauh lebih turun lagi,” ujarnya.

  3. 3. Namun kualitas udara di Riau naik

    Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Meski demikian, Budi mengatakan kondisi kualitas udara di Riau masih menunjukkan tren kenaikan di sejumlah wilayah. Sementara itu, perkembangan di Sumatra Selatan bervariasi, dengan beberapa wilayah mengalami kenaikan dan lainnya menunjukkan penurunan.

    “Jadi kalau kita lihat di Sumatera Selatan, satu naik, satu turun gitu ya kondisinya. Nah, ini masih agak naik yang di Riau. Masih lebih banyak yang naik dibanding yang turun,” katanya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More