Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Hadi Tjahjanto memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat tinggi terkait pasca-pemungutan suara 14 Februari 2024 lalu. Salah satu poin yang dibahas yaitu pengamanan dalam menghadapi sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK). Sesuai dengan tenggat waktu yang ada, gugatan sengketa hasil pemilu harus dilayangkan oleh masing-masing paslon paling lambat 23 Maret 2024.
Sejumlah pejabat yang terlihat hadir antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Budi Gunawan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko hingga Jaksa Agung ST Burhanuddin. Mereka berkumpul di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, dan rapat sekitar 90 menit.
Menurut Hadi, situasi di Tanah Air pasca-pemungutan suara dalam keadaan kondusif. Pihaknya, kata Hadi, juga menyusun langkah mitigasi seandainya terjadi eskalasi jelang pengumuman pemenang pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam menjaga situasi kondusif saat ini. Semoga situasi aman, terkendali, damai, adem-ayem ini bisa tetap terjaga," ujar Hadi, Jumat (15/3/2024).
Ia mengatakan, pengumuman hasil pemilu bakal dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 20 Maret 2024. Bila ada ketidakpuasan terhadap hasil pemilu, maka Hadi mendorong agar disampaikan kepada MK.
"Kami terus memantau dan membantu menyiapkan yang diperlukan dalam proses-proses tersebut," tutur mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) itu.
