Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menpar Ajak Investor Garap Destinasi Wisata di Luar Bali
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau persiapan menyambut libur lebaran di Taman Bendera Pusaka dan Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026) sore (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Menpar Widiyanti mendorong pemerataan investasi pariwisata agar tidak hanya terpusat di Bali, dengan tujuan memperluas manfaat ekonomi ke berbagai daerah potensial di Indonesia.
  • Kemenpar memprioritaskan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan destinasi regeneratif untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan dan inklusif.
  • Pemerintah menyiapkan sistem verifikasi digital berbasis API guna memastikan kepatuhan perizinan akomodasi serta memperkuat tata kelola industri pariwisata secara transparan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong pemerataan investasi pariwisata berkelanjutan agar tidak hanya terpusat di Bali. Pemerintah ingin aliran modal juga mengalir ke berbagai destinasi unggulan lain yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Menurut Widiyanti, tingginya kunjungan wisatawan mancanegara menjadi bukti kuat bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai destinasi wisata sekaligus tujuan investasi global.

Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Dari jumlah tersebut, hampir 7 juta kunjungan terkonsentrasi di Bali.

“Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi pariwisata sekaligus tujuan investasi, dan Bali tetap menjadi jantung pertumbuhan pariwisata nasional,” kata Widiyanti dalam keterangannya di Bali, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Namun, tingginya konsentrasi investasi di kawasan wisata seperti Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Ubud menjadi sinyal perlunya pemerataan investasi. Langkah ini dinilai penting agar manfaat ekonomi sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

“Indonesia bukan hanya Bali. Kita memiliki banyak destinasi unggulan dengan potensi pariwisata dan investasi yang sangat besar, yang masih menunggu untuk dikembangkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ucap Widiyanti

1. Kemenpar fokus kembangkan destinasi prioritas dan pariwisata regeneratif

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI, Jakarta, (1/4/2026) (dok. Kemenpar)

Kementerian Pariwisata memprioritaskan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas serta sejumlah Destinasi Pariwisata Regeneratif sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan tren pariwisata global yang kini semakin mengedepankan konsep keberlanjutan, wellness tourism, serta pengalaman wisata yang autentik dan bernilai.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin menciptakan pertumbuhan industri pariwisata yang tidak hanya besar secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dari sisi sosial dan lingkungan.

2. Investor diajak melirik destinasi wisata unggulan di luar Bali

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau persiapan menyambut libur lebaran di Taman Bendera Pusaka dan Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026) sore (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Pemerintah menilai peluang investasi pariwisata di luar Bali masih sangat besar. Karena itu, Kemenpar mengajak investor untuk mulai melihat potensi destinasi unggulan di berbagai wilayah Indonesia.

Widiyanti menegaskan, pemerataan investasi akan menjadi fondasi penting untuk membangun industri pariwisata yang lebih seimbang, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui forum Investor Roundtable, Kementerian Pariwisata juga menghimpun berbagai masukan dari investor, pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha pariwisata.

Masukan tersebut akan digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan investasi yang lebih kompetitif, ramah lingkungan, dan merata.

Pemerintah berharap kolaborasi antara sektor publik dan swasta dapat mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan pariwisata baru di luar Bali.

3. Kemenpar siapkan sistem verifikasi digital berbasis API

Potret Desa Tigawasa di Buleleng, Bali (jadesta.kemenpar.go.id)

Untuk memperkuat tata kelola industri pariwisata, Kementerian Pariwisata tengah menyiapkan sistem verifikasi berbasis Application Programming Interface (API).

Sistem ini bertujuan memastikan seluruh akomodasi yang dipasarkan melalui platform digital telah memiliki Perizinan Berusaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut menjadi bagian dari program peningkatan kualitas tata kelola ekosistem usaha pariwisata, khususnya sektor akomodasi di Bali.

Pemerintah menilai digitalisasi pengawasan akan meningkatkan kepatuhan pelaku usaha sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan transparan.

Dengan pemerataan investasi, pengembangan destinasi prioritas, dan penguatan tata kelola digital, pemerintah berharap sektor pariwisata Indonesia mampu tumbuh lebih berkualitas serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi daerah di seluruh Indonesia.

Editorial Team

Related Article