Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menpar: Pariwisata RI Tumbuh Positif di Tengah Dinamika Geopolitik Global
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI terkait pembahasan program kerja Kementerian Pariwisata Tahun Anggaran 2026, Selasa (3/6/2026)(dok. Kemenpar)
  • Menpar Widiyanti Putri Wardhana menyatakan pariwisata Indonesia tumbuh positif, didorong peningkatan kunjungan wisman dan pengeluaran per kunjungan meski ada dinamika geopolitik global.
  • Data BPS menunjukkan 4,68 juta kunjungan wisman Januari–April 2026, naik 8,24 persen dari tahun sebelumnya; Malaysia, Australia, dan Tiongkok jadi penyumbang terbesar.
  • Pemerintah fokus pada pariwisata berkelanjutan lewat sertifikasi halal di 1.116 desa wisata serta dukungan terhadap UMKM dan 125 acara Karisma Event Nusantara 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang dari luar negeri datang jalan-jalan ke Indonesia. Ibu Menteri Widiyanti bilang wisata di sini makin bagus dan banyak yang senang. Orang paling banyak datang dari Malaysia, Australia, Tiongkok, Singapura, dan Timor-Leste. Uangnya juga makin banyak masuk ke negara. Sekarang pemerintah mau jaga alam dan bantu desa wisata supaya makin ramai dan rapi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah dinamika geopolitik global, sektor pariwisata Indonesia menunjukkan ketahanan dan arah pertumbuhan yang menggembirakan. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta naiknya devisa memperlihatkan efektivitas strategi peningkatan kualitas destinasi. Upaya pemerintah memperkuat pariwisata berkelanjutan, desa wisata, dan ekosistem ramah Muslim juga menandai komitmen terhadap inklusivitas dan keberlanjutan ekonomi lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyebut peningkatan angka kunjungan wisatawan mancanegara selama April 2026 menunjukkan sektor usaha pariwisata Indonesia berada di jalur pertumbuhan yang positif.

"Pariwisata Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang sangat positif. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kunjungan wisman serta meningkatnya rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan. Ini membuktikan bahwa strategi penguatan kualitas destinasi mulai membuahkan hasil," katanya dalam Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata, mengutip ANTARA, Sabtu (6/6/2026).​​​​​​​

Widiyanti menyampaikan bahwa sektor usaha kepariwisataan Indonesia tetap tumbuh di tengah dinamika geopolitik global.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan atau meningkat 7,22 persen dari 1,16 juta kunjungan pada bulan yang sama tahun sebelumnya.​​​​​​​

Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta kunjungan atau tumbuh 8,24 persen dari 4,33 juta kunjungan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia pada April 2026 paling banyak berasal dari Malaysia (207.957 kunjungan), diikuti Australia (157.960 kunjungan), Tiongkok (133.986 kunjungan), Singapura (111.439 kunjungan), dan Timor-Leste (75.477 kunjungan).

Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara berdampak pada penerimaan devisa negara.

Bank Indonesia mencatat devisa dari pariwisata pada Triwulan I 2026 mencapai 4,05 miliar dolar AS atau sekitar Rp68,28 triliun, meningkat 6,30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, yang tercatat 3,81 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,29 triliun.

Pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan atau tumbuh 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kementerian Pariwisata dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata pada 20–21 Mei 2026 membahas penyelarasan kebijakan untuk mencapai target pembangunan pariwisata nasional tahun 2029.

Pemerintah mendorong penerapan praktik usaha pariwisata berkelanjutan, yang mencakup upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian daya dukung destinasi.

Kementerian Pariwisata juga memperkuat ekosistem pariwisata ramah Muslim berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, yang mencakup program sertifikasi produk halal bagi para pelaku usaha di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi.

Selain itu, kementerian mendorong pengembangan desa wisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah.

Melalui Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Kementerian Pariwisata juga mendukung penyelenggaraan 125 kegiatan/acara terkurasi di berbagai daerah di Indonesia.

Editorial Team

Related Article