Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri HAM Pigai Pastikan Anak Korban Penembakan di Papua Dirawat Intensif
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (20/4/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Natalius Pigai memastikan anak-anak korban penembakan di Puncak, Papua Tengah, mendapat perawatan intensif dan perhatian dari pemerintah daerah.
  • Kementerian HAM mengambil alih penanganan kasus untuk menjamin investigasi transparan serta mengungkap pelaku dan motif di balik insiden berdarah tersebut.
  • Pigai menyebut masyarakat setempat kemungkinan sudah mengetahui pelaku penembakan yang terjadi siang hari dan meminta mereka bertanggung jawab secara hukum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
14 April 2026

Terjadi penembakan di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah yang menewaskan 15 warga sipil dan melukai tujuh orang lainnya, termasuk tiga anak-anak.

20 April 2026

Menteri HAM Natalius Pigai menggelar jumpa pers di Jakarta Selatan dan memastikan anak-anak korban penembakan telah dirawat intensif di rumah sakit. Ia juga menyatakan Kementerian HAM mengambil alih penanganan kasus untuk memastikan transparansi investigasi.

kini

Kementerian HAM masih menelusuri data dan fakta terkait insiden tersebut serta meminta pelaku penembakan bertanggung jawab secara hukum.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Terjadi penembakan di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang menyebabkan 15 warga sipil meninggal dunia dan tujuh lainnya luka-luka, termasuk tiga anak-anak.
  • Who?
    Menteri HAM Natalius Pigai memastikan anak-anak korban luka dirawat intensif; insiden melibatkan aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata di wilayah tersebut.
  • Where?
    Peristiwa berlangsung di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah; pernyataan resmi disampaikan di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan.
  • When?
    Penembakan terjadi pada Selasa, 14 April 2026; keterangan pers diberikan oleh Menteri HAM pada Senin, 20 April 2026.
  • Why?
    Penyebab pasti penembakan masih dalam penyelidikan; Kementerian HAM berupaya mengungkap motif dan pelaku agar publik mengetahui latar belakang kejadian tersebut.
  • How?
    Kementerian HAM mengambil alih penanganan kasus untuk memastikan investigasi berjalan transparan dan adil serta mendorong pertanggungjawaban hukum bagi pelaku penembakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada tembak-tembakan di kampung Kembru, Papua Tengah. Banyak orang kena, ada yang meninggal dan ada yang luka. Tiga anak juga luka dan sekarang dirawat di rumah sakit. Pak Natalius Pigai bilang pemerintah jaga mereka dan cari tahu siapa yang nembak. Sekarang semua orang tunggu hasilnya biar adil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Natalius Pigai menunjukkan adanya langkah nyata pemerintah dalam memberikan perhatian serius terhadap korban penembakan di Puncak Papua. Anak-anak yang terluka mendapat perawatan intensif, sementara Kementerian HAM mengambil alih penanganan kasus untuk memastikan transparansi dan keadilan. Upaya ini mencerminkan komitmen negara menjaga hak-hak warga sipil secara terbuka dan bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri HAM Natalius Pigai memastikan, anak-anak yang menjadi korban penembakan di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Selasa (14/4/2026), telah memperoleh perawatan medis secara intensif.

"Yang anak-anak juga menjadi korban dan sekarang ada juga yang ada di rumah sakit sudah mendapat perhatian oleh pemerintah daerah," kata Pigai saat jumpa pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

Pigai mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian HAM, terdapat 15 warga sipil meninggal dunia dalam insiden baku tembak antara aparat dan kelompok kriminal bersenjata di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Selain korban tewas, sebanyak tujuh warga dilaporkan mengalami luka tembak.

1. Tiga orang anak jadi korban luka

Menteri HAM, Natalius Pigai (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dari tujuh korban luka, tiga di antaranya merupakan anak-anak, sementara sisanya orang dewasa. Hingga kini, Kementerian HAM belum dapat memastikan apakah ada korban anak yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Pigai menegaskan, kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah karena menimbulkan korban dari kalangan sipil.

2. Kementerian HAM ambil alih penanganan kasus

Ilustrasi Papua (IDN Times/Mardya Shakti)

Karena itu, Kementerian HAM berupaya mendorong pengungkapan kasus secara menyeluruh agar publik mengetahui pelaku dan motif di balik penembakan tersebut. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengambil alih penanganan kasus, guna memastikan proses penelusuran berjalan transparan dan adil. Dengan demikian, hasil investigasi dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

"Lebih baik Kementerian HAM mendahului cek data fakta informasi itu jauh lebih bagus," jelas Pigai.

3. Pigai minta pelaku penembakan bertanggung jawab

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (20/4/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Pigai juga menilai masyarakat di lokasi kejadian kemungkinan besar telah mengetahui pelaku, mengingat insiden terjadi pada siang hari. Dia pun meminta pihak yang bertanggung jawab untuk mengakui perbuatannya dan mengikuti proses hukum demi keadilan bagi masyarakat Papua.

"Peristiwa itu terjadi siang hari, pelakunya sudah tahu. Itu tidak bisa diperdebatkan. Pelakunya rakyat sudah tahu, mereka yang menjadi korban tahu, mereka yang ada di masyarakat lokasi tempat juga sudah tahu. Ya sekarang silakan, jangan sembunyikan, harus dibuka," kata Pigai.

Editorial Team