Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mitigasi Risiko Kemarau, Kemenhut Translokasi Orangutan di Kalbar
Orangutan terancam karhutla di Ketapang. (IDN Times/YIARI).
  • Kemenhut mengevakuasi dan mentranslokasikan tiga orangutan Kalimantan dari Kabupaten Ketapang saat puncak musim kemarau.
  • Tiga orangutan yang diperiksa dalam kondisi sehat dilepasliarkan di Sektor Batu Barat, Taman Nasional Gunung Palung.
  • BKSDA Kalbar juga menangani laporan kemunculan orangutan di perkebunan warga di Kabupaten Kayong Utara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, penanganan orangutan perlu diprioritaskan ke mana?
Vote Now
Kamis (20/8/2026)

BKSDA Kalimantan Barat menerima laporan satu individu orangutan melintas di sekitar perkebunan warga di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Jumat (21/8/2026)

Tim gabungan melakukan penyelamatan tiga orangutan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan.

Jumat malam (21/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIB

Mamak Yuni, Pura, dan Yuni dilepasliarkan di Sektor Batu Barat, Taman Nasional Gunung Palung.

Kamis (27/8/2026)

Murlan Dameria Pane menyampaikan langkah evakuasi sebagai penanganan cepat di lapangan.

Saat ini

BKSDA Kalbar menyiapkan penanganan lanjutan untuk memindahkan orangutan di Kayong Utara ke kawasan hutan terdekat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, penanganan orangutan perlu diprioritaskan ke mana?
Vote Now
  • What?
    Kemenhut mengevakuasi, mentranslokasikan, dan melepasliarkan tiga orangutan Kalimantan.
  • Who?
    BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung, dan YIARI menangani Mamak Yuni, Pura, dan Yuni.
  • Where?
    Penyelamatan dilakukan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang; pelepasliaran di Sektor Batu Barat, Taman Nasional Gunung Palung.
  • When?
    Penyelamatan dilakukan Jumat (21/8/2026), sedangkan pelepasliaran berlangsung Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB.
  • Why?
    Pergerakan orangutan menuju permukiman dan perkebunan dipengaruhi kondisi alam selama musim kemarau di sekitar koridor habitatnya.
  • How?
    Tim gabungan memeriksa kondisi medis orangutan, lalu membawa mereka melalui jalur darat dan sungai menuju kawasan konservasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, penanganan orangutan perlu diprioritaskan ke mana?
Vote Now

Kemenhut menolong tiga orangutan di Ketapang saat musim kemarau. Ada Mamak Yuni, anaknya Pura, dan Yuni. Mereka diperiksa dokter hewan dan sehat. Lalu mereka dibawa lewat darat dan sungai ke Taman Nasional Gunung Palung. Di Kayong Utara, petugas juga sedang menyiapkan pemindahan satu orangutan dari dekat kebun warga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, penanganan orangutan perlu diprioritaskan ke mana?
Vote Now

Penanganan ini memperlihatkan koordinasi BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung, dan YIARI dalam memeriksa serta memindahkan orangutan ke kawasan konservasi. Pemeriksaan medis sebelum pelepasliaran juga memastikan Mamak Yuni, Pura, dan Yuni berada dalam kondisi sehat serta masih memiliki sifat liar alami.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, penanganan orangutan perlu diprioritaskan ke mana?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan satwa dilindungi di tengah puncak musim kemarau. Melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Kemenhut mengevakuasi dan mentranslokasikan tiga individu orangutan Kalimantan (pongo pygmaeus) di Kabupaten Ketapang.

Tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melakukan penyelamatan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Jumat (21/8/2026).

Ketiga orangutan tersebut terdiri dari satu induk betina bernama Mamak Yuni yang diperkirakan berusia 18 tahun, anak jantan Pura berusia sekitar 8 sampai 10 bulan, serta individu remaja betina Yuni yang diperkirakan berusia 8 tahun.

1. Pergerakan orangutan dipicu kondisi alam saat kemarau

Orangutan di Kalbar dilepasliarkan. (IDN Times/istimewa).

Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan, pergerakan orangutan menuju area permukiman dan perkebunan warga dipengaruhi dinamika kondisi alam selama musim kemarau di sekitar koridor habitatnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan interaksi antara satwa liar dan masyarakat. Karena itu, BKSDA Kalbar mengambil langkah preventif dengan memindahkan orangutan ke kawasan konservasi yang dinilai lebih aman.

"Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah," kata Murlan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Sebelum ditranslokasikan, ketiga orangutan menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh oleh tim dokter hewan YIARI. Hasil pemeriksaan menunjukkan ketiganya dalam kondisi sehat dan masih memiliki sifat liar alami.

Kondisi tersebut membuat ketiga orangutan dinilai siap untuk kembali menjalani kehidupan bebas di habitat alam.

2. Tiga orangutan dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Palung

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan 87 ribu hektare kawasan preservasi untuk orangutan di Kalimantan Timur (Kaltim). (Dok. Kemenhut)

Setelah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan layak, ketiga orangutan kemudian dibawa menuju kawasan konservasi. Perjalanan dilakukan menggunakan jalur darat dan sungai secara terpadu.

Pada Jumat malam (21/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, Mamak Yuni, Pura, dan Yuni berhasil dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, tepatnya di Sektor Batu Barat.

Translokasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan hidup orangutan Kalimantan sekaligus mencegah potensi konflik satwa dengan masyarakat akibat pergerakan orangutan keluar dari habitatnya.

3. BKSDA Kalbar tindak lanjuti laporan orangutan di Kayong Utara

Orangutan dilepasliarkan ke lokasi yang lebih aman dari Karhutla. (IDN Times/YIARI).

Selain penanganan di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga merespons laporan warga terkait kemunculan orangutan di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Laporan tersebut diterima pada Kamis (20/8/2026), setelah satu individu orangutan diketahui melintas di sekitar perkebunan warga.

Petugas BKSDA Kalbar langsung menerjunkan tim untuk melakukan verifikasi spasial di lokasi sekaligus memberikan pendampingan kepada pemilik kebun. BKSDA juga mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada pihak berwenang.

Saat ini, BKSDA Kalbar tengah menyiapkan penanganan lanjutan secara terukur agar orangutan tersebut dapat dipindahkan ke kawasan hutan terdekat.

Kemenhut mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa apabila menemukan orangutan atau satwa liar lainnya di sekitar permukiman dan perkebunan. Masyarakat diminta berkoordinasi serta melaporkan temuan tersebut melalui call center BKSDA setempat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian orangutan dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Ikut pilih langkah penanganan orangutan

Menurutmu, penanganan orangutan perlu diprioritaskan ke mana?

See More
Pemindahan ke kawasan hutan
A******** has voted
D**** has voted
G***** has voted
Pendampingan di sekitar kebun

Curated For You

Editorial Team

Related Article