Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PMI DKI Ikut Bantu Korban Demo 27 Agustus, Mayoritas Sesak Napas

PMI DKI Ikut Bantu Korban Demo 27 Agustus, Mayoritas Sesak Napas
Massa demo DPR mulai bakar ban di kolong Fly Over Gerbang Pemuda Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • PMI DKI Jakarta menangani enam peserta demo 27 Agustus 2026 di depan DPR RI; lima laki-laki dan satu perempuan, dengan keluhan terbanyak berupa sesak napas.
  • Paparan gas air mata memicu keluhan pada Rafli dan Mulyana yang membaik setelah penanganan; Fikri dengan riwayat asma diberi oksigen lalu dirujuk ke RS AL Patria.
  • PMI juga menangani luka memar serta hilang kesadaran, dengan dukungan 52 personel, sembilan ambulans, satu ambulans siaga, dan empat motor URC di beberapa titik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta ikut memberikan pertolongan kepada peserta aksi unjuk rasa yang mengalami gangguan kesehatan saat demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) di depan gedung DPR RI, Jakarta. Tim PMI DKI bersama PMI dari sejumlah wilayah di Jakarta disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama dan mendukung penanganan medis di lokasi.

Kepala Markas PMI DKI Jakarta, Muhammad Muchtar mengatakan, personel PMI dikerahkan untuk mengantisipasi kondisi peserta aksi yang membutuhkan bantuan medis. Tim PMI juga menyiagakan ambulans di sejumlah titik selama berlangsungnya aksi.

"Ada enam pasien yang kami tangani," ujar Muchtar melalui pesan singkat, Jumat (28/8/2026).

Dari jumlah tersebut, lima pasien merupakan laki-laki dan satu pasien perempuan. Keluhan yang paling banyak muncul berkaitan dengan sesak napas.

Salah satunya Rafli, 30 tahun, yang ditangani PMI Jakarta Barat. Ia mengalami rasa perih pada kedua mata serta sesak setelah terkena gas air mata. Setelah mendapatkan penanganan, kondisi sesaknya dinyatakan teratasi.

Keluhan serupa dialami Mulyana, perempuan berusia 52 tahun. Ia mengalami sesak napas akibat paparan gas air mata. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi umum pasien tampak sakit ringan, kesadaran compos mentis, dengan saturasi oksigen 100 persen.

Mulyana kemudian mendapat pemberian oksigen dan penanganan lanjutan dari petugas PMI. Kondisi sesak yang dialaminya dinyatakan teratasi.

Pasien lain, Fikri, 32 tahun, mengalami sesak napas dengan riwayat penyakit asma. Petugas PMI Jakarta Barat memberikan terapi oksigen sebelum pasien dirujuk ke Rumah Sakit AL Patria untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain gangguan pernapasan, PMI juga menangani pasien dengan luka dan kondisi kehilangan kesadaran. Zulmi, 59 tahun, mengalami luka memar setelah mengaku jatuh saat demonstrasi.

Petugas PMI Jakarta Timur membersihkan luka Zulmi menggunakan cairan NaCl 500 dan memberikan salep pada bagian yang mengalami luka. Kondisinya tercatat tampak sakit ringan dengan kesadaran compos mentis dan GCS 15.

PMI juga menangani Darmanto, 35 tahun, yang mengalami hilang kesadaran dan mengeluhkan kram pada kaki. Setelah menjalani observasi di ambulans, kesadarannya membaik. Pasien kemudian meminta turun di kawasan kolong Jembatan Layang Slipi.

Sementara itu, Arif, 21 tahun, juga mengalami sinkop atau hilang kesadaran. Setelah mendapatkan observasi di ambulans, kondisi kesadarannya membaik. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit AL Patria.

Untuk mendukung pelayanan di lapangan, PMI DKI Jakarta menurunkan personel dan ambulans bersama PMI dari lima wilayah kota lainnya. Total terdapat 52 personel, terdiri dari dua pengurus dan 50 kru.

PMI juga menyiapkan sembilan ambulans di sejumlah titik, satu ambulans dalam posisi siaga, serta empat sepeda motor URC untuk mendukung mobilitas petugas di tengah situasi aksi.

Penempatan personel dan armada dilakukan di sejumlah titik, antara lain Hotel Mulia, Markas PMI DKI Jakarta, Manggala Wanabakti, arah Stasiun Palmerah, Fly Over arah Slipi, Senayan Park, serta TVRI.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More