Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Momen Kapolsek Gambir Bersimpuh di Depan Sumarsih Saat Aksi Kamisan

4 min read
Momen Kapolsek Gambir Bersimpuh di Depan Sumarsih Saat Aksi Kamisan
Kapolsek Metro Gambir, AKBP Agus Ady Wijaya sungkeman ke inisiator aksi Kamisan, Maria Catarina Sumarsih atau Ibu Sumarsih (kanan). (www.instagram.com/@polisigambir)
  • Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya bersimpuh dan sungkem kepada Sumarsih saat Aksi Kamisan ke-929 di depan Istana Negara, 15 Oktober 2026.
  • Sumarsih, ibu korban Tragedi Semanggi I, konsisten menggelar Aksi Kamisan hampir 20 tahun; gerakan ini meluas ke sejumlah kota dan menyuarakan korban pelanggaran HAM serta kekerasan.
  • Survei Litbang Kompas April 2026 mencatat kepercayaan publik terhadap Polri naik menjadi 67,6 persen dan citra kelembagaan mencapai 71,5 persen, meski kepolisian juga pernah dikritik dalam Aksi Kamisan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah momen hangat terlihat di media sosial ketika Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya berjumpa dengan Maria Catarina Sumarsih di depan Istana Negara. Di tengah Aksi Kamisan, Agus terlihat bersimpuh di depan perempuan yang akrab disapa Bu Sumarsih itu pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Momen langkah itu direkam dan diunggah ke akun Instagram @polisigambir. Unggahan itu diberi judul 'Doa Ibu untuk Polisi'. Agus juga terekam melakukan sungkem ke Sumarsih. Ibu dari korban tewas Tragedi Semanggi I itu pun merespons sikap Agus dengan memeluk perwira menengah dari kepolisian itu.

Selama puluhan tahun, Sumarsih menjadi sosok yang menggagas dan konsisten menggelar Aksi Kamisan di seberang Istana Negara. Tiap Kamis acara penyampaian aspirasi itu rutin dilakukan. Pada Kamsi kemarin jadi kali ke-929 dilakukan.

Dalam video tersebut, Sumarsih tampak mengenakan kaus hitam bertuliskan "Tegakkan Hukum, Lawan Impunitas". Keduanya tampak beberapa kali berbincang. Percakapan itu sesekali diiringi tawa, baik dari Agus maupun Sumarsih. Agus juga meminta Sumarsih mengelus kepalanya sambil mendoakannya.

"Sungkem penuh hormat dari Kapolsek Metro Gambir kepada Ibu Sumarsih dalam aksi JSKK (Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan) atau aksi Kamisan pada hari ini Kamis, 15 Oktober 2026 di Taman Pandang depan Istana Merdeka. Ini adalah potret kebersamaan, komunikasi dan kedekatan antara polisi dengan sosok Ibu," demikian isi caption di unggahan tersebut.

  1. 1. Aksi Kamisan sudah meluas dan digelar tak hanya di Jakarta

    Aksi Kamisan Medan menggelar aksi Sptember Hitam di Titik Nol Kota Medan, Kamis (30/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)
    Aksi Kamisan Medan menggelar aksi Sptember Hitam di Titik Nol Kota Medan, Kamis (30/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

    Sumarsih pernah menjelaskan Aksi Kamisan yang semula digagas di depan Istana Merdeka, kini sudah meluas hingga ke kota-kota lainnya. Kini Aksi Kamisan juga bermunculan di daerah lain seperti Yogyakarta, Bandung, hingga Batam. Mereka menyampaikan orasi secara damai dengan mengenakan pakaian hitam sambil membawa payung dengan warna senada.

    Sumarsih menyebut aksi Kamisan memang tidak hanya memperjuangkan keadilan bagi korban pelanggaran hak asasi manusia di masa Orde Baru tapi juga korban kekerasan di era reformasi.

    "Hal seperti ini membuat kaum miskin kota dan masyarakat yang selama dipinggirkan pemerintah bergabung dengan kami," kata Sumarsih pada 2015 lalu.

    Kini Aksi Kamisan sudah berjalan selama nyaris 20 tahun.

  2. 2. Polisi juga jadi sasaran kritik dalam Aksi Kamisan

    Aksi Kamisan Bali bersolidaritas terhadap Tomy Priatna. (IDN Times/Yuko Utami)
    Aksi Kamisan Bali bersolidaritas terhadap Tomy Priatna. (IDN Times/Yuko Utami)

    Selain menuntut agar korban penghilangan paksa diproses hukum, isu-isu lain turut disuarakan di forum tersebut. Salah satu yang pernah dikritisi lewat Aksi Kamisan yakni mengenai kinerja kepolisian. Hal itu terjadi di Aksi Kamisan Bandung pada 2024 lalu.

    Aksi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Bandung itu mengangkat tema "Catatan Berdarah Institusi Prexixixi".

    Salah satu penggiat aksi Kamisan, Zan menjelaskan tema aksi kali ini difokuskan pada kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Salah satunya menanggapi kejadian yang menimpa seorang anak kecil di Sumatra Barat yang diduga dibunuh oleh aparat kepolisian.

    Ia juga menyoroti praktik kekerasan yang dilakukan oleh personel kepolisian bukan hal baru. Bahkan, sejumlah tindak kekerasan terhadap masyarakat masih terjadi hingga kini.

    "Kami merespon kejadian di Sumatra Barat di mana seorang anak kecil diduga terbunuh oleh aparat kepolisian. Tak hanya itu, bahkan catatan dari KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) mencatat hanya dalam kurun waktu satu tahun, ada sekitar 600 lebih kasus kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian," ungkap Zan.

  3. 3. Survei Litbang Kompas menyebut citra polisi masih positif

    IMG-20260312-WA0017.jpg
    Personel kepolisian dalam Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2026. Dok. Humas Polda Jatim.

    Sementara, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada April 2026, terjadi peningkatan signifikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya tingkat kepercayaan berada di 65 persen, kini menjadi 67,6 persen.

    Citra kelembagaan terhadap Polri juga naik signifikan menjadi 71,5 persen dari tahun sebelumnya di persentase 64,4. Berdasarkan Survei Litbang Kompas, kenaikan citra positif Polri ini dikaitkan dengan banyaknya pelibatan anggota Polri sebagai ujung tombak alat aparat Bhayangkara negara di lapangan.

    Tak hanya itu, Litbang Kompas juga menanyakan penilaian ke responden yang pernah berhubungan dengan Polri. Hasilnya, skor kinerja profesionalitas Polri naik dari sebelumnya 7,76 persen menjadi 8,37 persen.

    Hasil penilaian profesionalitas layanan Polri ini didapat dari rata-rata indeks 20 aspek dari responden yang pernah berhubungan Polri seperti pengurusan dokumen. Selain itu, 80 persen responden menyatakan fasilitas pelayanan di kantor polisi kini sudah nyaman.

    Peningkatan kepercayaan yang signifikan ini menempatkan Polri di daftar lima institusi negara yang dipercaya publik. Survei Litbang Kompas itu dilakukan pada periode 9 April hingga 18 April 2026.

    Metode yang dilakukan wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. Margin of error 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More