Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Momen Ketua KPK, Jaksa Agung, dan Kapolri Kumpul di DPR Usai Kasus Febrie
Komisi III DPR luncurkan buku KUHAP 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (14/7/2026). (IDN Times/Amir Faisol)
  • Komisi III DPR meluncurkan buku Anotasi KUHAP 2025 di Senayan, dihadiri Kapolri, Jaksa Agung, dan Ketua KPK yang duduk bersama dalam satu forum.
  • Momen kebersamaan tiga pimpinan penegak hukum ini terjadi setelah kasus korupsi yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri.
  • Polri dan Kejaksaan Agung sepakat melanjutkan penyidikan kasus Febrie serta TPPU terkait ke Kejagung dengan supervisi KPK sebagai bentuk sinergi antar lembaga hukum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
11 Juli 2026

Polri melimpahkan penyidikan tiga perkara, termasuk kasus korupsi dan TPPU yang menjerat Febrie Adriansyah serta Don Ritto, ke Kejaksaan Agung. Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebut pelimpahan ini hasil kesepakatan sinergi antara Polri dan Kejagung.

14 Juli 2026

Komisi III DPR meluncurkan buku 'Anotasi KUHAP 2025' di Kompleks Parlemen Senayan. Acara dihadiri Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Ketua KPK Setyo Budiyanto yang duduk bersama dalam satu barisan.

kini

Penyidikan kasus Febrie Adriansyah telah diserahkan Polri ke Kejaksaan Agung dengan supervisi KPK. Komisi III DPR berupaya meminimalkan gesekan antara Polri dan Kejagung melalui momentum kebersamaan tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Peluncuran buku “Anotasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) 2025” oleh Komisi III DPR RI yang dihadiri pimpinan lembaga penegak hukum, berlangsung bersamaan dengan momen pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Ketua KPK.
  • Who?
    Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua KPK Setyo Budiyanto, serta Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman hadir dalam acara tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
  • When?
    Acara digelar pada Selasa, 14 Juli 2026.
  • Why?
    Pertemuan ini dimaksudkan untuk mempererat sinergi antarlembaga penegak hukum dan meminimalisir potensi gesekan setelah kasus dugaan megakorupsi yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
  • How?
    Ketiga pimpinan duduk bersama dalam peluncuran buku, berfoto seusai acara, sementara Polri menyerahkan penyidikan kasus Febrie ke Kejaksaan Agung dengan supervisi KPK sebagai bentuk kerja sama penanganan perkara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari Selasa banyak orang penting kumpul di gedung DPR. Ada Pak Kapolri, Pak Jaksa Agung, dan Pak Ketua KPK. Mereka datang waktu DPR bikin acara buku hukum baru. Mereka duduk bareng dan foto bareng juga. Sekarang kasus korupsi yang melibatkan Pak Febrie sudah dikasih ke Kejaksaan, dan semua kerja sama supaya rukun lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kehadiran Kapolri, Jaksa Agung, dan Ketua KPK dalam peluncuran buku KUHAP 2025 di DPR mencerminkan semangat kebersamaan antarlembaga penegak hukum. Momen duduk dan berfoto bersama setelah kasus besar menunjukkan upaya nyata menjaga komunikasi dan sinergi. Pelimpahan perkara secara mufakat juga menandakan koordinasi yang semakin solid demi penegakan hukum yang terarah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komisi III DPR meluncurkan buku "Anotasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) 2025 Sebuah Catatan Pembahasan dan Penjelasan Komprehensif Komisi III DPR" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (14/7/2026).

Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto.

Menariknya, ketiga pimpinan penegak hukum tersebut terlihat duduk bersama. Kapolri dan Jaksa Agung terlihat diapit pimpinan Komisi III DPR RI. Sementara, Setyo Budiyanto terlihat duduk disebelah kanan ST Burhanuddin yang diapit Jubir Mahkamah Agung (MA) Prof. Yanto. Seusai peluncuran buku, Kapolri, Jaksa Agung, dan Ketua KPK sempat berfoto bersama. Jaksa Agung dan Kapolri juga sempat berswafoto bersama.

Momen ini merupakan pertemuan kedua kalinya antara Kapolri dan Jaksa Agung setelah kasus megakorupsi yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri.

Terbaru, penyidikan kasus Febrie kini diserahkan Polri ke Kejaksaan Agung dengan supervisi KPK.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengaku sengaja mengundang Kapolri dan Jaksa Agung dalam momen peluncuran buku itu. Politikus Gerindra itu tidak ingin ada gesekan antara kedua institusi itu buntut kasus dugaan megakorupsi eks Jampidsud Febrie Ardiansyah.

"Kami ingin meminimalisir, ya, sangat meminimalisir gesekan antarinstitusi. Tadi sengaja kita undang Pak Kapolri, Pak Jaksa Agung, pada momen yang paling tepat ini karena keduanya adalah mitra-mitra terbaik kami. Pak Kapolri itu orang baik, Pak Jaksa Agung orang baik, institusi Polri juga udah bekerja sangat baik, institusi Kejaksaan bekerja amat baik ya. Kita sayang dengan dua institusi ini, kita enggak ingin terjadi gesekan," kata Habiburokhman.

Polri resmi menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam proses penanganan hukum oleh penyelenggara negara dalam perkara ASABRI. Selain itu, Polri juga menetapkan Don Ritto sebagai tersangka TPPU yang diduga berasal dari hasil korupsi.

Selanjutnya, perkara yang menyeret kedua tersangka itu dilimpahkan ke Kejagung.

Kakortastipidkor Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, mengatakan, pelimpahan perkara merupakan hasil kesepakatan antara Polri dan Kejagung sebagai bentuk sinergi dalam penanganan perkara.

"Kita telah sepakat dengan Kejaksaan Agung bahwa penanganan penyidikan terhadap tiga perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung dalam rangka sinergisitas sebagaimana yang telah disampaikan Plt Jampidsus," kata Totok di Kejaksaan Agung Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article