Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rusia Setop Rute Kapal di Laut Azov imbas Serangan Ukraina

Rusia Setop Rute Kapal di Laut Azov imbas Serangan Ukraina
ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/fotiniya)
Intinya Sih
  • Rusia menghentikan sementara rute kapal di Laut Azov setelah serangan drone Ukraina terhadap kapal kargo dan minyak, dengan FSB belum memastikan kapan penghentian ini berakhir.
  • Penutupan rute Laut Azov berdampak besar pada ekspor biji-bijian Rusia karena wilayah Rostov dan Krasnodar sebagai penghasil utama kini terhambat aksesnya ke jalur perdagangan internasional.
  • Serangan Ukraina membuat Krimea terisolasi, menyebabkan kelangkaan BBM, pemadaman listrik, penurunan wisatawan, serta kenaikan harga barang yang menekan bisnis lokal di wilayah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Rusia hentikan sementara rute kapal lewat Laut Azov menyusul serangan Ukraina ke sejumlah kapal kargo Rusia. Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) yang ditugaskan mengaku belum dapat memastikan kapan penyetopan ini akan berakhir.  

Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sudah membentuk pasukan khusus serangan jarak jauh. Pembentukan pasukan ini sebagai sinyal untuk menggencarkan serangan jarak jauh karena Rusia menolak menghentikan perang. 

1. Gubernur Rostov sebut kapal minyak Rusia diserang Ukraina

ilustrasi Kapal tanker Rusia
ilustrasi Kapal tanker Rusia (unsplash.com/naletu)

Pada Minggu (12/7/2026), Gubernur Rostov, Yury Slyusar mengatakan bahwa sebuah drone Ukraina sudah menyerang kapal minyak saat masuk Laut Azov dan Laut Hitam. Alhasil, kapal itu terbakar, tapi semua sudah dalam kendali dan tidak ada tumpahan minyak ke laut. 

Sejauh ini, Ukraina sudah melancarkan serangan ke lebih dari 40 kapal minyak Rusia di Laut Azov. Serangan ini sebagai bagian dari kampanye merusak suplai bahan bakar minyak (BBM) ke pasukan Rusia dan mengisolasi Krimea. 

Komando pasukan drone Ukraina mengatakan bahwa 14 kapal kargo Rusia, termasuk 10 kapal minyak sudah diserang. Selain itu, empat kapal feri ikut menjadi target serangan kali ini. 

2. Berdampak pada ekspor biji-bijian dari Rusia

ilustrasi kapal barang
ilustrasi kapal barang (unsplash.com/carrier_lost)

Penutupan rute di Laut Azov ini akan berdampak besar pada ekspor biji-bijian dari Rusia. Padahal, rute Laut Azov ini menjadi salah satu yang terpenting karena menghubungkan wilayah penghasil utama biji-bijian Rusia, yakni Rostov dan Krasnodar. 

Dilansir TVP World, sebanyak satu per empat ekspor gandum Rusia melewati Laut Azov. Sementara itu, pelabuhan terbesar kedua Rusia juga berlokasi di Laut Hitam, tepatnya terletak di Selat Kerch. 

Sejumlah pakar dan organisasi internasional memperingatkan risiko besar terganggunya perdagangan gandum imbas perang di Ukraina. Sebab, Ukraina maupun Rusia menggunakan Laut Azov untuk mengekspor biji-bijian ke luar negeri. 

3. Krimea terisolasi imbas serangan Ukraina

suasana di Krimea
suasana di Krimea (unsplash.com/yanutkaa1)

Serangan drone Ukraina dalam beberapa bulan terakhir telah membuat Krimea terisolasi. Wilayah dudukan Rusia yang dianeksasi sejak 2014 itu telah terdampak kelangkaan BBM dan pemadaman listrik.

Dilansir RFE/RL, Krimea yang dikenal sebagai area wisata juga sepi dari wisatawan Rusia pada puncak musim panas tahun ini. Sejumlah wisatawan Rusia juga sudah meminta pemerintah mengevakuasinya dari Krimea imbas krisis yang semakin parah. 

Krisis energi di Krimea juga mulai berdampak pada bisnis kecil. Sejumlah toko memutuskan tutup dan beberapa masih buka dengan hanya menerima pembayaran tunai. Toko supermarket besar masih buka, tapi harga barang yang dijual naik tajam. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More