Comscore Tracker

Bertaruh Nyawa Jemput Jenazah COVID yang Meninggal saat Isoman

Tak jarang tim menjemput jenazah yang sudah mengeluarkan bau

Jakarta, IDN Times - Ribuan orang di Indonesia tercatat meninggal dunia karena terpapar COVID-19. Tak sedikit di antara mereka wafat saat isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Peran penjemput jenazah isoman COVID dalam kondisi ini sangat penting. Mereka hadir saat orang lain menjauh karena khawatir terpapar COVID-19. Mereka bekerja atas nama kemanusiaan.

Koalisi warga LaporCovid-19 menyebutkan, hingga Jumat (23/7/2021), ada 2.452 kasus kematian isolasi mandiri dan di luar rumah sakit yang terjadi di Indonesia.

Data Analisis Lapor Covid-19, Said Fariz Hibban, menjelaskan bahwa DKI Jakarta jadi provinsi dengan penyumbang kasus kematian isolasi terbanyak di seluruh Indonesia, totalnya 1.214 kasus, disusul Jawa Barat 683 kasus, dan Yogyakarta 250 kasus.

"Setelah kami temukan (untuk kasus kematian pasien saat isoman dan di luar RS) provinsi terbanyak yaitu DKI Jakarta, bukan Jawa Barat lagi," ujar Said saat konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Cara Tim Baznas Cegah Tertular Saat Evakuasi Jenazah Pasien COVID-19

1. Sepuluh kota dengan kasus kematian isolasi tertinggi di Indonesia

Bertaruh Nyawa Jemput Jenazah COVID yang Meninggal saat IsomanPasien yang tengah menjalani isolasi mandiri di teras rumah Kelurahan Wirasana, Purbalingga mulai kritis dan dibawa ke rumah sakit, Kamis (8/7/2021) (Dokumentasi Warga Wirasana)

Berdasarkan data yang dihimpun LaporCovid-19, berikut jumlah kematian pasien isolasi mandiri dan di luar rumah sakit di 10 kota/kabupaten:

- Jakarta Timur 403 kasus
- Jakarta Selatan 289 kasus
- Jakarta Utara 204 kasus
- Jakarta Pusat 162 kasus
- Jakarta Barat 156 kasus
- Kota Bekasi 118 kasus
- Sleman 110 kasus
- Klaten 100 kasus
- Kota Depok 95 kasus
- Kabupaten Bekasi 91 kasus

2. Perjuangan berat petugas penjemput jenazah, meniti tangga demi tangga dengan baju APD lengkap

Bertaruh Nyawa Jemput Jenazah COVID yang Meninggal saat IsomanBPBD Kota Bekasi evakuasi jenazah COVID-19 yang sedang melakukan isoman di rumah. (dok. BPBD Kota Bekasi)

Bukan perkara mudah untuk menjemput jenazah yang meninggal saat isoman. Kesulitan ini diungkapkan tim pemulasaran jenazah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang sempat mengalami kesulitan saat mengevakuasi jenazah di rumah susun atau rusun. Selain itu, tim juga sering mengalami kesulitan saat menjemput jenazah di gang sempit.

"Kami pernah evakuasi di rumah susun lantai empat, kami sempat kesulitan juga," ucap Wakil Kepala Baznas Tanggap Bencana Taufik Hidayat kepada IDN Times, Rabu (21/7/2021).

Kesulitan utama tim penjemput jenazah Baznas yakni ketika mereka harus meniti tangga gedung. Sebab, petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sambil membawa jenazah.

"Luar biasa, harus meniti tangga demi tangga sampai bawah," kata Taufik.

3. Tak jarang jenazah yang dievakuasi sudah mengelurkan bau karena tak tertangani

Bertaruh Nyawa Jemput Jenazah COVID yang Meninggal saat IsomanFoto hanya ilustrasi. (IDN Times/Aldila Muharma-Fiqih Damarjati)

Tidak hanya harus berjuang melawan medan yang berat, tim pemulasaran jenazah Baznas juga sering mengevakuasi jenazah beberapa jam setelah kematian. Hal itu karena pihak keluarga baru meminta pertolongan kepada tim.

"Ada yang meninggalnya jam 1 dini hari, telepon ke kami jam 7 malam, ada yang meninggalnya jam 3 dini hari, telepon ke saya jam 2 sore," cerita Taufik.

Akibatnya, tidak jarang tim pemulasaran jenazah Baznas mengevakuasi jenazah yang sudah mengeluarkan bau. Bahkan, ada juga jenazah yang sudah mengeluarkan cairan.

"Sudah ada yang sempat bau, rata-rata kan kalau meninggal karena penyakit menimbulkan bau ya, mungkin hampir lebih dari 12 jam, bahkan kalau yang saya temukan meninggal jam 1 dini hari dan saya evakuasi jam 10 malam, itu sudah berair dan itu yang menjadi kami lebih hati-hati," kata Taufik.

Alasan keluarga baru menghubungi tim Baznas setelah beberapa jam kematian, lantaran sudah membuat laporan ke puskesmas setempat. Namun, karena antre sehingga jenazah tak kunjung dievakuasi.

4. Banyak jenazah dalam kondisi polos saat petugas datang menjemput

Bertaruh Nyawa Jemput Jenazah COVID yang Meninggal saat IsomanBPBD Kota Bekasi evakuasi jenazah COVID-19 yang sedang melakukan isoman di rumah. (dok. BPBD Kota Bekasi)

Di Bekasi, salah satu petugas penjemput pemulasaran pasien COVID-19 BPBD Kota Bekasi, Rinto Butarbutar menceritakan, ketika timnya tiba di rumah duka, mereka menemukan jenazah masih dalam keadaan polos. Belum dimasukkan ke dalam kantong jenazah maupun peti.

"Jadi keluarga di rumah mereka juga gak berani, jadi gak bisa berbuat apa-apa, mereka juga gak tahu protokolnya gimana," kata Rinto kepada IDN Times.

Namun, Rinto mengatakan, ada juga keluarga yang berusaha memanggil petugas Puskesmas untuk membuat surat kematian dan mengecek kondisi jenazah.

Baca Juga: Cerita Petugas BPBD Bekasi Jemput 193 Jenazah Pasien COVID-19 Isoman

5. Menemukan pasien yang isoman seorang diri meninggal di kamar mandi

Bertaruh Nyawa Jemput Jenazah COVID yang Meninggal saat IsomanTim relawan ambulans COVID-19 Respect Aksi Warga (RAW) membantu jenazah yang meninggal karena virus corona untuk dimakamkan. (dok. Tim RAW).

Pernah, kata Rinto, timnya menjemput jenazah isoman yang meninggal di kamar mandi. Saat dievakuasi, kondisi jenazah masih dalam keadaan terjatuh.

"Ada warga Mustika Jaya, meninggal di kamar mandi," ucap Rinto.

Rinto menerangkan, pasien itu menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Bekasi. Dia tidak ditemani oleh keluarganya selama menjalani isolasi mandiri. Pemantauan hanya melalui telepon selular.

"Jadi bapak itu rumahnya dua, satu di Jakarta, satu di Bekasi, dia positif di Jakarta," ucapnya.

Saat tim penjemput jenazah tiba, pasien masih berada di dalam kamar mandi. Posisinya terlentang seperti orang habis terjatuh.

"Anaknya telepon bapaknya gak diangkat, mungkin komunikasi dengan warga di sana ternyata sudah meninggal," ucapnya.

Baca Juga: Pilu, Tim Baznas Evakuasi Jenazah COVID-19 Isoman Sudah Berbau

6. Cara tim melindungi diri agar tidak tertular saat evakuasi jenazah pasien COVID-19

Bertaruh Nyawa Jemput Jenazah COVID yang Meninggal saat Isoman(IDN Times/Arief Rahmat)

Agar tidak tertular virus corona saat menjemput jenazah isoman, Wakil Kepala Baznas Tanggap Bencana Taufik Hidayat mengatakan, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan benar.

"Kita pastikan semuanya lengkap, sudah pasti aman buat diri kita," ujar Taufik kepada IDN Times.

Setelah selesai melakukan pemulasaran jenazah COVID-19, tubuh tim yang berbalut APD akan disemprot dengan cairan disinfektan. "Setelah itu, kita lakukan denitaminasi, kita semprot tubuh kita semuanya dengan cairan disinfektan," kata dia.

Lebih lanjut, Taufik menerangkan, tim yang bertugas mengevakuasi jenazah pasien COVID-19 begitu sampai di rumah langsung mandi. Mereka tidak langsung bersentuhan atau bercengkrama dengan keluarga.

"Keluarga saya sudah biasa, awalnya sih takut ya, ketika orang menjauh kok kenapa kamu mendekat, alhamdulillah karena memang sudah tugas saya dan keluarga memahami," kata Taufik.

Selain itu, petugas tim pemulasaran Baznas juga diberi tambahan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya