Comscore Tracker

Indonesia Akan Impor Obat Molnupiravir untuk Pasien COVID Akhir 2021

Untuk antisipasi gelombang ketiga COVID-19

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah akan mengimpor obat Molnupiravir untuk pasien COVID-19. Menurutnya, obat tersebut akan masuk ke Indonesia pada akhir 2021 mendatang.

"Kami sudah sampai ke tahap finalisasi dari agreement agar Indonesia bisa mengadakan tablet Molnupiravir, diusahakan akhir tahun ini," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Molnupiravir Disebut sebagai Kandidat Obat COVID-19, Ini Kata Ahli

1. Antisipasi saat gelombang COVID ketiga terjadi

Indonesia Akan Impor Obat Molnupiravir untuk Pasien COVID Akhir 2021ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Mardya Shakti)

Budi mengatakan, obat tersebut disediakan sebagai antisipasi apabila gelombang ketiga COVID-19 terjadi. Menurutnya, obat Molnupiravir sebagai cadangan.

Selain impor obat Molnupiravir, kata Budi, Indonesia juga memproduksi sendiri.

"Kami juga menjajaki dengan mereka untuk membangun pabrik obatnya di Indonesia dan juga bahan baku obatnya," kata dia.

Baca Juga: Satgas: Obat Molnupiravir Harus Lulus Uji Keamanan dari BPOM

2. Waspadai varian COVID AY.4.2 dari Inggris

Indonesia Akan Impor Obat Molnupiravir untuk Pasien COVID Akhir 2021Ilustrasi COVID-19. (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam kesempatan itu, Menkes juga mewaspadai adanya varian COVID-19 baru dengan jenis AY.4.2. Meski demikian, varian baru itu belum masuk ke Indonesia.

"Kami sudah lihat di Inggris ada 1 varian yang berpotensi mengkhawatirkan, yaitu AY.4.2," katanya.

3. Varian AY.4.2 turunan dari varian Delta

Indonesia Akan Impor Obat Molnupiravir untuk Pasien COVID Akhir 2021Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Budi mengatakan, AY.4.2 merupakan turunan virus COVID-19 dari varian Delta. Menurutnya, varian AY.4.2 ini meningkatkan jumlah kasus virus corona di Inggris dari Juli hingga Oktober 2021.

"Kami sudah lihat di Inggris ada 1 varian yang berpotensi mengkhawatirkan, yaitu AY.4.2," kata Budi.

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya