Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang mengatakan, salah satu tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji adalah naiknya harga barang dan pajak di Arab Saudi. Kenaikan harga dan pajak tersebut bakal mempengaruhi ongkos naik haji 2027.
"Kemungkinan besar angka, biaya ibadah penyelenggaraan haji akan naik. Bagaimana kita menjawab ini terhadap masyarakat kita, warga Indonesia dan bahkan kepada Presiden?" ungkap Marwan di Lapangan Makodau I, Halim, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan Marwan berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh anggota Komisi VIII DPR dan Kementerian Haji dan Umrah. Namun, penghitungan ini belum menjadi keputusan final.
Biaya haji 2027 akan dibahas dalam rapat panitia kerja haji. Harapannya, ongkos haji 2027 tetap bisa sama seperti tahun 2026. Berdasarkan keterangan dari Kementerian Haji dan Umrah, biaya haji 2026 mencapai Rp87.409.365. Namun, yang wajib dibayarkan oleh jemaah haji hanya Rp54.193.806. Sisanya disubsidi oleh pemerintah.
Oleh sebab itu, politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengajak untuk merumuskan elemen mana saja di dalam biaya haji yang dapat diturunkan. Elemen alat transportasi, kata Marwan, sulit untuk diturunkan.
Sebab, maskapai yang dipakai untuk mengangkut jemaah haji tidak bisa semata-mata menggunakan Garuda Indonesia saja. Dalam ibadah haji 2026, jemaah turut diangkut menggunakan maskapai Saudi Airlines.
"Ketentuannya harus berbagi (pengangkutan jemaah) dengan pihak lain, ya kita harus ikuti," tutur dia.
