BULOG Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Merauke

- BULOG menegaskan dukungan terhadap Gerakan Tanam Padi Serentak di Merauke sebagai langkah memperkuat swasembada pangan dan memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan.
- Pemerintah menetapkan Papua Selatan, khususnya Merauke, sebagai kawasan utama pengembangan pangan nasional dengan hampir 100 ribu hektare lahan dan alokasi anggaran Rp1,3 triliun untuk infrastruktur pertanian.
- Teknologi pertanian modern meningkatkan produktivitas gabah hingga 7 ton per hektare, mendorong pendapatan petani naik signifikan, sementara BULOG membangun gudang berkapasitas 5.000 ton guna memperkuat rantai pasok pangan.
Jakarta, IDN Times - Perum BULOG menegaskan komitmennya mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan penyerapan hasil panen petani. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan mendukung pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak yang dipimpin Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di kawasan cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7).
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pengembangan kawasan pangan nasional sekaligus memastikan peningkatan produksi diikuti dengan kepastian pasar bagi hasil panen petani.
1. BULOG siap jamin penyerapan hasil panen petani

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan peningkatan produksi pangan harus dibarengi dengan kepastian penyerapan hasil panen agar petani memperoleh harga yang layak dan memiliki kepastian pasar.
"BULOG berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal, memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan sektor pangan," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah terus mendorong Papua Selatan menjadi salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian modern yang terintegrasi.
"Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat. Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden. Mari kita bekerja keras, berkolaborasi, dan menjadikan bertani sebagai jalan menuju kesejahteraan. Bertani, Sejahtera," ujar Amran.
2. Merauke disiapkan menjadi lumbung pangan masa depan Indonesia

Papua Selatan saat ini menjadi kawasan utama pengembangan pangan nasional. Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare lahan optimalisasi di seluruh Tanah Papua.
Dari jumlah tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah terbesar dengan 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare lahan optimalisasi atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan yang dipersiapkan sebagai lumbung pangan masa depan Indonesia.
Untuk mempercepat pengembangannya, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun pada 2026. Dana tersebut digunakan untuk membangun berbagai sarana pendukung pertanian, seperti penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang penyimpanan, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
3. Produktivitas petani meningkat, BULOG bangun gudang penyimpanan di Merauke

Pemanfaatan teknologi pertanian modern seperti traktor, drone pertanian, rice transplanter, dan combine harvester disebut telah meningkatkan produktivitas gabah dari sekitar 3 ton per hektare menjadi 4 hingga 7 ton per hektare.
Selain itu, indeks pertanaman yang saat ini mencapai dua kali tanam per tahun ditargetkan meningkat menjadi tiga kali tanam setiap tahun. Berdasarkan data pemerintah daerah, peningkatan produktivitas tersebut juga mendorong kenaikan pendapatan petani hingga 300 persen.
Sejalan dengan meningkatnya produksi, BULOG akan memperkuat infrastruktur pascapanen melalui pembangunan gudang berkapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton. Gudang tersebut juga akan dilengkapi fasilitas dryer dan unit pengolahan beras untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah memproyeksikan pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan tidak hanya meningkatkan produksi beras nasional, tetapi juga mampu mendorong nilai ekonomi kawasan dari sekitar Rp1,3 triliun menjadi Rp13 triliun per tahun apabila produktivitas mencapai 7 ton per hektare dan indeks pertanaman meningkat menjadi tiga kali tanam dalam setahun. (WEB)



















