Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Dalam tangkap tangan tersebut, KPK menyita sejumlah bukti seperti logam mulia dan uang pecahan rupiah hingga asing bernilai total miliaran rupiah.
"Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai baik rupiah maupun valas, ada dolar Australia kemudian juga ada dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
KPK awalnya menangkap 18 orang. Dari jumlah tersebut sembilan di antaranya dibawa ke Jakarta, termasuk Etik Suryani.
Tangkap tangan kali ini diduga terkait pemerasan yang dilakukan Etik Suryani. Namun, detailnya belum diungkapkan secara resmi kepada publik.
"Para pihak saat ini yang sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK langsung dilakukan pemeriksaan secara intensif begitu pula beberapa lainnya juga masih menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta," ujarnya.
Diketahui, ini adalah OTT ke-16 KPK sepanjang 2026. Tangkap tangan ke-15 menjerat Bupati Langkat Syah Afandin.
Jumlah ini telah melampaui catatan KPK sepanjang 2025. Tahun lalu, KPK total melakukan 11 kali OTT.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
OTT Bupati Sukoharjo, KPK Sita Logam Mulia hingga Uang Milliaran

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani jalani pemeriksaan usai terjaring OTT KPK. (IDN Times/Larasati Rey)
Take a Deeper Read
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
Editorial Team
EditorSunariyah Sunariyah
Related Article
Jalan Ciputat Macet Parah, Warga Tawarkan Jasa Foto Macet Rp100 Ribu12 Oct 2026, 19:29 WIB
Dispar Kejar Target, Progres Revitalisasi BKB Palembang Capai 80 Persen12 Oct 2026, 19:29 WIB
Menlu Arrmanatha: Diplomasi RI Harus Terasa Sampai ke Meja Makan12 Oct 2026, 19:27 WIB
Gubernur NTB Optimis Kontrak MotoGP Mandalika Diperpanjang12 Oct 2026, 19:25 WIB
Kelangkaan BBM Bali Bikin Sopir Taksi Listrik Kewalahan Banjir Order12 Oct 2026, 19:24 WIB
Ironis! Alat Pendeteksi Tsunami di Banten Jadi Sasaran Pencurian12 Oct 2026, 19:24 WIB
Udara Makassar Masih Buruk, Kapan Kondisi Ini Akan Berakhir?12 Oct 2026, 19:20 WIB
Satyawan Jadi Calon Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove12 Oct 2026, 19:16 WIB
Sumsel Pasok Bawang Merah dari Sumbar dan Jawa saat Fenomena El Nino12 Oct 2026, 19:14 WIB
DPRD Jabar Desak Penyerangan Bus U-18 Persib di Batang Diusut Tuntas12 Oct 2026, 19:13 WIB
Didimax Klarifikasi Klaim Kerugian Nasabah Rp23 Miliar12 Oct 2026, 19:11 WIB
Pemkot Cimahi Gelontorkan Rp6 Miliar untuk Perbaiki 10 Titik Drainase12 Oct 2026, 19:03 WIB
PMI Asal Cililin Bandung Barat Diduga Disekap di Timur Tengah12 Oct 2026, 19:02 WIB
PHK di Jabar Capai 13 Ribu, Buruh Desak Pembentukan Satgas12 Oct 2026, 19:01 WIB
6 Kebiasaan Pagi Hari yang Diam-Diam Menghancurkan Hormon Bahagia Kamu12 Oct 2026, 19:00 WIB
Ekonom Unpas Ungkap Alasan Industri Jabar Menjamur tapi PHK Tinggi12 Oct 2026, 18:58 WIB
13,044 Tenaga Kerja di Jabar Terkena PHK Sepanjang 202612 Oct 2026, 18:58 WIB
Pasokan BBM Tersendat, Warga Tabanan Antre di SPBU hingga 2,5 Jam12 Oct 2026, 18:49 WIB
Hashim Bakal Pamer Swasembada Pangan RI Tercapai di COP3112 Oct 2026, 18:43 WIB
Siswi SD di Mandailing Natal Meninggal, Pemerintah Dalami Penyebabnya12 Oct 2026, 18:40 WIB