- 6 komando daerah militer
- 1 divisi parakomando dua Pasgat
- 1 brigade infanteri marinir
- 1 brigade parakomando Pasgat
- 30 brigade infanteri teritorial pembangunan
- 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan
- 1 batalyon kavaleri
- 1 batalyon artileri medan
- 1 batalyon artileri pertahanan udara
- 4 batalyon infanteri marinir
- 3 batalyon parakomando Pasgat
- 2 skadron udara TNI AU
- 2 satuan radar TNI AU
- 1 skadron pendidikan TNI AU.
PDU Baru TNI Jadi Perhatian, Disebut Mirip Seragam Tentara Korea Utara

HUT ke-81 TNI di Mabes TNI menampilkan PDU baru perwira AD dan AU tanpa dasi, beraksen merah-emas. Panglima Agus menyebut desainnya berfilosofi beskap dan budaya Indonesia.
Presiden Prabowo meresmikan serta melantik 204 satuan baru TNI untuk memperkuat pertahanan rakyat semesta, dengan personel direncanakan tersebar hingga pulau-pulau kecil.
Dari 204 satuan baru, terdapat 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, sehingga total BTP mencapai 305 batalyon. Satuan ini juga melibatkan kompi produksi untuk membantu pengelolaan lahan masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Suasana berbeda terlihat dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Di tengah barisan prajurit yang mengikuti upacara, perhatian tertuju pada pakaian dinas upacara (PDU) model baru yang dikenakan sejumlah perwira TNI.
PDU tersebut memiliki tampilan yang berbeda dari model sebelumnya. Seragam para perwira TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) terlihat memiliki garis merah pada bagian kerah. Sementara di bagian ujung lengan terdapat garis melingkar berwarna emas.
Sekilas, desain itu mengingatkan pada model seragam militer Korea Utara. Perbedaan lain juga terlihat pada bagian depan seragam. Jika PDU sebelumnya menggunakan lapisan luar menyerupai jas dengan warna polos serta dilengkapi dasi, model baru ini tidak lagi memperlihatkan dasi.
Perubahan desain tersebut menjadi salah satu hal yang mencuri perhatian dalam rangkaian upacara HUT ke-81 TNI. Di tengah barisan pasukan yang berdiri tegap, PDU baru memberikan tampilan berbeda dibandingkan seragam upacara yang selama ini digunakan para perwira.
Presiden Prabowo Subianto juga hadir dalam upacara tersebut. Dia tampil mengenakan setelan dengan dasi abu-abu dan peci hitam. Prabowo berdiri di tengah suasana upacara yang berlangsung khidmat, bersama jajaran pejabat negara dan petinggi TNI.
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, tak mempermasalahkan jika desain PDU baru tersebut dianggap memiliki kemiripan dengan pakaian militer negara lain.
"Ya, kan kita pakaian sama. Di Asia tuh pakaian hampir sama. Di ASEAN hampir sama," ujar Agus di Mabes TNI.
1. PDU baru mirip filosofi budaya Indonesia

Pemimpin Korut Kim Jong Un(Dok. KCNA) Menurut Agus, kemiripan desain pakaian militer bukan hal asing ketika melihat seragam tentara di sejumlah negara Asia. Dia mengatakan, terdapat sejumlah kesamaan pakaian militer ketika dirinya melakukan kunjungan ke luar negeri.
"Daerah-daerah lain, kalau saya ke luar negeri juga hampir sama sih pakaiannya. Lagian kan dulu satu rumpun kan," kata dia.
Agus juga menjelaskan desain PDU baru tersebut tidak sekadar mengambil model pakaian militer dari luar negeri. Ada unsur budaya Indonesia yang turut dimasukkan dalam desainnya.
"Filosofinya, jadi kita kebudayaan. Jadi kita lebih ke... ini kan beskap ya, kearifan lokal supaya kita bisa mandirilah secara pakaian. Punya ciri khas bahwa pakaian yang digunakan oleh TNI secara budaya Indonesia mewakili, beskap kan, beskap," ujar dia.
2. Prabowo lantik 204 satuan

Presiden Prabowo lantik 204 satuan baru TNI di HUT ke-81 TNI (dok. Sekretariat Presiden) Di balik perubahan tampilan seragam, HUT ke-81 TNI juga menjadi penanda perubahan besar dalam struktur organisasi dan kekuatan pertahanan. Presiden Prabowo meresmikan dan melantik 204 satuan baru TNI dalam upacara di Mabes TNI.
Peresmian tersebut mencakup berbagai satuan dari tiga matra. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pertahanan untuk menjangkau wilayah Indonesia yang sangat luas, termasuk pulau-pulau kecil dan daerah yang selama ini minim keberadaan pasukan.
Panglima TNI mengatakan, pembentukan satuan baru berkaitan dengan konsep pertahanan rakyat semesta. Personel nantinya ditempatkan di berbagai wilayah untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Ya, jadi pertahanan rakyat semesta lah. Kita mempertahankan pulau-pulau kita ini kan ada berapa pulau, banyak sekali. Ini, ada 17 ribu pulau yang yang harus kita amankan," kata dia.
Agus mengatakan, prajurit dari satuan-satuan baru tersebut juga akan disebar ke berbagai pelosok Indonesia. Penempatan itu juga diarahkan hingga pulau-pulau kecil untuk memperkuat pengamanan wilayah.
"Ya. Jadi keutuhan wilayah, kedaulatan harus kita pertahankan. Jadi, ya, pasukan yang ada nanti akan kita sebar di sampai dengan ke pulau-pulau terkecil. Jangan sampai pulau-pulau yang banyak tidak dihuni oleh kita, nanti diambil oleh negara lain dan jadi kedaulatan kita terganggu," kata dia.
Agus mengatakan, kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga akan disiapkan untuk mendukung tugas satuan-satuan tersebut.
"Jadi sebelum itu, ya, kita siapkan. Siapkan personelnya, nanti alutsistanya kita siapkan sehingga ya kita benar-benar aman lah. Kita mengamankan keutuhan wilayah, mengamankan masyarakat juga," kata dia.
Adapun salah satu jenis satuan baru yang turut menjadi perhatian adalah Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP). Agus menjelaskan, satuan tersebut tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga dapat membantu pengelolaan lahan yang belum dimanfaatkan.
"Dan selain itu juga ya khususnya sekarang kan Yon TP. Yon TP itu di situ ada sembilan kompi. Jadi sembilan kompi, empat kompi itu kompi produksi yang bisa menanam, membantu menanam padi dan sebagainya, ya, itu untuk masyarakat. Semuanya yang kita lakukan itu untuk masyarakat. Jadi banyak lahan-lahan yang banyak lahan tidur yang harus kita kelola dengan baik, hasilnya ya untuk masyarakat," uja4 dia.
Konsep tersebut membuat keberadaan satuan baru TNI tidak hanya berkaitan dengan penambahan struktur militer. Sebagian satuan juga diarahkan untuk hadir dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan pengelolaan potensi wilayah.
Namun, Agus tak menjelaskan penambahan 204 satuan tersebut apakah mempengaruhi anggaran TNI atau tidak.
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengaku tak tahu mengenai pengaruh terhadap anggaran TNI dengan adanya penambahan 204 satuan baru.
"Saya belum tahu," kata Dudung di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (5/10/2026).
3. Daftar ratusan satuan baru diresmikan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI, Senin (5/10/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an) Dalam upacara HUT ke-81 TNI, Prabowo secara resmi meresmikan 204 satuan baru. Dari jumlah tersebut, 150 di antaranya merupakan batalyon infanteri teritorial pembangunan (BTP).
Dengan tambahan 150 BTP baru, jumlah BTP yang telah terbentuk hingga Oktober 2026 mencapai 305 batalyon. Kementerian Pertahanan menargetkan pembentukan 750 satuan hingga 2029.
"Dengan mengucap bismillah, pada pagi hari ini, Senin, 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden RI dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI termasuk 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan (BTP)," kata Prabowo.
Selain 150 BTP, peresmian tersebut mencakup enam komando daerah militer (kodam) baru. Dengan penambahan itu, total terdapat 27 kodam di seluruh Indonesia.
Peresmian satuan ditandai dengan penyerahan tongkat komando kepada Panglima Kodam serta bendera lambang kesatuan. Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara yang memperlihatkan perubahan organisasi TNI di tengah peringatan hari ulang tahun ke-81.
Berikut rincian 204 satuan baru TNI yang diresmikan Prabowo:


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















