Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pegadaian Gandeng Unand Perkuat Kesiapsiagaan Gempa dan Tsunami
PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas (Unand) menyerahkan hasil riset mengenai pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang. (dok. Pegadaian)
  • Pegadaian dan Universitas Andalas menyerahkan hasil riset mitigasi bencana kepada Pemkot Padang untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami.
  • Riset menghasilkan model mitigasi berbasis komunitas yang mencakup sistem deteksi dini, SOP evakuasi, edukasi kebencanaan, serta pemanfaatan masjid sebagai pusat informasi dan shelter darurat.
  • Kolaborasi ini diapresiasi Unand dan Pemkot Padang karena menunjukkan sinergi dunia usaha, akademisi, dan pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana yang tangguh dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas menyerahkan hasil riset pemberdayaan masyarakat untuk menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang kepada Pemerintah Kota Padang.
  • Who?
    Kegiatan ini melibatkan PT Pegadaian (Persero), Universitas Andalas, Pemerintah Kota Padang, serta masyarakat pesisir yang menjadi sasaran penerapan model kesiapsiagaan bencana.
  • Where?
    Penyerahan hasil riset dilakukan di Kota Padang, Sumatera Barat, dengan fokus penerapan pada wilayah pesisir yang berisiko tinggi terhadap gempa dan tsunami.
  • When?
    Kegiatan berlangsung baru-baru ini di Jakarta dan Padang, bersamaan dengan penyerahan hasil penelitian kepada Pemerintah Kota Padang. Waktu rinci belum disebutkan secara spesifik.
  • Why?
    Langkah ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap risiko bencana serta mendukung komitmen Pegadaian dalam penerapan prinsip ESG melalui program sosial Pegadaian Peduli.
  • How?
    Riset menghasilkan blueprint mitigasi berbasis komunitas mencakup sistem deteksi dini tsunami, evakuasi berbasis masyarakat, pemanfaatan masjid sebagai shelter, SOP evakuasi, serta edukasi melalui simulasi kebencanaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas (Unand) menyerahkan hasil riset mengenai pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang. Hasil penelitian tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kota Padang sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap risiko bencana.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Pegadaian dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial dan ketahanan masyarakat melalui program Pegadaian Peduli.

1. Riset hasilkan blueprint mitigasi bencana berbasis masyarakat

PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas (Unand) menyerahkan hasil riset mengenai pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang. (dok. Pegadaian)

Riset kolaboratif Pegadaian dan Universitas Andalas menghasilkan sebuah blueprint atau model mitigasi bencana berbasis masyarakat (community-based disaster risk management). Model tersebut menggabungkan lima instrumen utama, mulai dari teknologi deteksi dini tsunami mandiri, sistem evakuasi berbasis komunitas, pemanfaatan masjid sebagai shelter dan pusat informasi kebencanaan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) evakuasi, hingga edukasi masyarakat melalui simulasi kebencanaan.

Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian (Persero), Ismail Ilyas, mengatakan hasil riset ini diharapkan tidak berhenti sebagai kajian akademis, tetapi dapat diterapkan langsung untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.

"Kolaborasi erat antara Pegadaian dan perguruan tinggi seperti Universitas Andalas ini menjadi bukti kuat bahwa riset tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen kajian akademik di perpustakaan, melainkan harus dikonversi menjadi solusi aplikatif yang menyelamatkan nyawa. Kami berharap model kesiapsiagaan mandiri ini mampu memperkuat kapasitas ketahanan masyarakat Padang secara signifikan serta menjadi model percontohan nasional yang dapat direplikasi di wilayah pesisir rawan bencana lainnya di Indonesia," ujar Ismail.

2. Masjid dioptimalkan menjadi pusat evakuasi dan informasi bencana

ilustrasi masjid di bawah langit berawan (pexels.com/David McEachan)

Salah satu inovasi dalam penelitian tersebut adalah pemanfaatan masjid sebagai pusat kesiapsiagaan masyarakat saat terjadi bencana.

Melalui model yang dikembangkan, masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai shelter evakuasi sementara, pusat informasi kebencanaan, sekaligus ruang koordinasi warga ketika terjadi situasi darurat. Pendekatan ini dipilih karena dinilai sesuai dengan karakter sosial dan budaya masyarakat Sumatera Barat yang menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Selain menyerahkan hasil riset, Pegadaian juga memberikan bantuan berupa perangkat pendukung sistem peringatan dini tsunami buatan dalam negeri yang dirancang agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat setempat.

3. Pegadaian dan Unand dorong kolaborasi lintas sektor

Universitas Andalas

Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum., mengapresiasi dukungan Pegadaian terhadap riset yang dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pegadaian yang telah memberikan kepercayaan, dukungan pendanaan, serta fasilitas penuh terhadap pelaksanaan riset ini. Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa kombinasi antara kepakaran akademis pertiwi dan kepedulian sosial dunia usaha mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada penguatan keselamatan publik. Kami berharap kemitraan strategis ini dapat terus berlanjut ke fase implementasi yang lebih luas," ungkap Prof. Kurnia Warman.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, berharap hasil riset tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, terutama warga di kawasan pesisir yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa dan tsunami.

"Kepada masyarakat, khususnya Pasie Nan Tigo. Saya berharap apa yang telah diserahkan oleh Pegadaian dan Unand ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Semakin siap masyarakat, maka semakin besar peluang kita bertahan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa saat bencana terjadi," ujar Fadly.

Ke depan, Pegadaian menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi bersama perguruan tinggi, pemerintah daerah, media, dan komunitas untuk membangun budaya sadar bencana yang tangguh dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat. (WEB)

Curated For You

Editorial Team

Related Article