Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BMKG: Gempa 6,2 Magnitudo Halmahera Barat Malut Tak Berpotensi Tsunami

BMKG: Gempa 6,2 Magnitudo Halmahera Barat Malut Tak Berpotensi Tsunami
Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Gempa tektonik bermagnitudo 6,2 mengguncang Halmahera Barat, Maluku Utara pada Jumat pagi, dengan pusat gempa di laut sekitar 56 km barat daya Pulau Doi dan kedalaman 104 km.
  • BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami serta belum mencatat adanya gempa susulan hingga 20 menit setelah kejadian.
  • Guncangan dirasakan di beberapa wilayah seperti Halmahera Utara, Ternate, Tidore, dan Gorontalo; BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi untuk hindari hoaks.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Jumat (3/7/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 09.31 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 56 kilometer barat daya Pulau Doi. Hingga sekitar 20 menit setelah kejadian, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan.

BMKG menjelaskan hasil analisis terbaru menunjukkan kekuatan gempa mangnitudo 6,2 pada kedalaman 104 kilometer. Pusat gempa berada pada koordinat 1,93 derajat Lintang Utara dan 127,42 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 56 kilometer barat daya Pulau Doi, Halmahera Barat, Maluku Utara.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,2 pada kedalaman 104 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1.93° LU; 127.42° BT, atau tepatnya berlokasi di llau pada jarak 56 Km arah Barat Daya Pulau Doi," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya.

Gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda. Di Halmahera Utara, guncangan mencapai skala III-IV MMI, yang berarti dirasakan banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar rumah, disertai jendela atau pintu berderik serta dinding berbunyi.

Sementara itu, di Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai, gempa dirasakan pada skala III MMI. Getaran juga dirasakan hingga Manado, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango dengan intensitas II-III MMI.

BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Maluku.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault)," ucap Wijayanto.

Hingga pukul 09.50 WIB, BMKG menyatakan belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik maupun mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa hingga dipastikan aman. Selain itu, BMKG mengingatkan masyarakat agar hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG, termasuk media sosial resmi, situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun WRS-BMKG.

BMKG menegaskan bahwa informasi resmi sangat penting untuk menghindari penyebaran hoaks yang kerap muncul setelah terjadinya gempa bumi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More