Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Bentuk SKB, Tempat Belajar bagi Anak Tidak Mampu
Suasana Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah atau GAMAS di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Kementerian Sosial dan Kemendikdasmen membuka akses pendidikan bagi anak putus sekolah dari keluarga kurang mampu melalui SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu.

  • Wamensos Agus Jabo menegaskan pendidikan penting untuk memutus transmisi kemiskinan, sementara setiap anak dinilai memiliki potensi yang perlu diberi kesempatan berkembang.

  • SKB melengkapi daya tampung Sekolah Rakyat yang terbatas; pemerintah mengajak kementerian, pemerintah daerah, dan pendamping memperkuat sinergi menjangkau anak-anak miskin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (21/9/2026)

Kemensos dan Kemendikdasmen berkolaborasi melalui SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu untuk membuka akses pendidikan bagi anak putus sekolah. Agus Jabo menegaskan SKB melengkapi Sekolah Rakyat dan mengajak berbagai pihak memperkuat sinergi.

Senin (21/9/2026)

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu memberi kesempatan bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali bersekolah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuka kesempatan pendidikan bagi anak putus sekolah melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sentra Dharma Guna Bengkulu.
  • Who?
    Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, anak dari keluarga kurang mampu, pendamping PKH, dan pendamping rehabilitasi sosial terlibat dalam program ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di SKB Sentra Dharma Guna, Bengkulu.
  • When?
    Agus Jabo menyampaikan hal tersebut dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu pada Senin, 21 September 2026.
  • Why?
    Program dijalankan karena jutaan anak belum atau putus sekolah akibat kondisi ekonomi keluarga, serta untuk memperluas akses pendidikan dan memutus transmisi kemiskinan.
  • How?
    Anak-anak dijangkau, didampingi, dan diarahkan kembali bersekolah melalui SKB sebagai pelengkap Sekolah Rakyat, dengan sinergi kementerian, dinas pendidikan, dinas sosial, sentra Kemensos, dan para pendamping.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah dan sekolah membuat tempat belajar bernama SKB di Bengkulu. Tempat ini membantu anak-anak yang belum sekolah atau berhenti sekolah karena keluarga mereka kekurangan uang. Pak Agus Jabo bilang semua anak punya kemampuan dan cita-cita. Sekarang banyak orang dari pemerintah dan pendamping bekerja bersama supaya anak-anak bisa belajar lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kolaborasi antara kementerian, pendamping, dan pemerintah daerah melalui SKB membuka ruang nyata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali belajar. Kehadiran layanan ini mencerminkan perhatian terhadap potensi setiap anak, sekaligus memperluas kesempatan pendidikan ketika daya tampung program lain masih terbatas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kementerian Sosial bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkolaborasi menghadirkan ruang bagi anak-anak yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sentra Dharma Guna Bengkulu.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, SKB ini merupakan upaya negara untuk memberi kesempatan pada anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar tetap memperoleh pendidikan dan membangun masa depannya.

“Melalui SKB, anak-anak kita yang tadinya tidak sekolah, putus sekolah, atau belum sekolah, akhirnya bisa bersekolah kembali,” ujarnya dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu, dikutip dari siaran pers pada Senin (21/9/2026).

Menurut Agus Jabo, pendidikan memiliki peran fundamental memutus transmisi kemiskinan. Karena itu, upaya menghadirkan harapan bagi anak-anak yang terputus dari pendidikan tidak cukup dilakukan oleh satu pihak, tetapi membutuhkan kerja bersama berbagai pihak.

1. Jutaan anak terkendala pendidikan akibat kondisi ekonomi

Calon siswa sekolah rakyat di Padang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Agus Jabo mengatakan, terdapat jutaan anak yang belum bersekolah disebabkan kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan betapa penting kehadiran negara untuk memastikan generasi bangsa yang berasal dari keluarga miskin tetap memiliki akses pendidikan.

“Jalur pendidikan adalah sarana yang paling fundamental untuk memutus transmisi kemiskinan. Tugas kita bersama adalah menjemput, mendampingi, dan mengantarkan anak-anak ini untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita hidupnya dan harapan orang tuanya,” katanya.

2. Setiap anak punya potensi berkembang

ilustrasi anak-anak sekolah (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Agus Jabo meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang. Menurutnya, potensi tersebut akan terlihat apabila anak-anak diberi kesempatan.

“Anak-anakku adalah anak-anak yang hebat, yang butuh peluang, yang butuh ruang untuk membuktikan dan memunculkan kehebatan kalian menjadi sesuatu yang bisa memberikan kebahagiaan dan harapan, terutama bagi kalian dan orang tua kalian,” tutur Agus Jabo.

Menurutnya, di sini pentingnya peran semua pihak untuk bergotong royong dan berkolaborasi supaya seluruh anak Indonesia bisa bersekolah dan mewujudkan impian mereka.

3. SKB menjadi pelengkap program Sekolah Rakyat

Siswa di Sekolah Rakyat ikut Upacara HUT ke-81 RI. (IDN Times/Teri).

Agus Jabo juga menjelaskan bahwa SKB ini bisa menjadi pelengkap pengembangan Sekolah Rakyat. Daya tampung Sekolah Rakyat sangat terbatas dibanding jumlah anak yang membutuhkan layanan pendidikan.

Oleh karena itu, SKB menjadi salah satu ruang yang dapat menampung anak-anak yang belum memperoleh kesempatan bersekolah melalui program tersebut.

“Kalau yang mampu bisa bersekolah dengan biaya sendiri, yang tidak mampu negara yang harus mengantarkan mereka, menjemput mereka,” ujarnya.

4. Agus Jabo apresiasi pendamping dan mengajak perkuat sinergi

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono (IDN Times/Sunariyah)

Ia juga menyampaikan apresiasi pada seluruh pendamping dan pihak yang terlibat dalam menjangkau anak-anak yang sebelumnya tidak mendapat perhatian dalam layanan pendidikan. Menurutnya, SDM PKH dan pendamping rehabilitas sosial sangat berperan sehingga anak-anak tersebut dapat kembali memperoleh kesempatan belajar.

Selain itu, Agus Jabo juga mengajak berbagai pihak seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dinas pendidikan, dinas sosial, sentra Kemensos, dan para pendamping agar terus memperkuat sinergi dalam memberi harapan pada anak-anak yang putus harapan.

“Janganlah kita hanya bekerja dengan tugas dan fungsi, tetapi mari kita bekerja dengan hati nurani. Kita harus menjemput anak-anak kita dari keluarga miskin agar mereka bisa sekolah dan kemudian mewujudkan apa yang menjadi cita-cita mereka,” tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article