Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Perketat Istitha'ah Kesehatan Jemaah Haji RI 2027
Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah akan memperketat pemeriksaan kelayakan kesehatan jemaah haji 2027 untuk menekan angka kesakitan dan kematian di Tanah Suci.
  • Tata kelola layanan kesehatan, konsumsi, akomodasi, transportasi, serta fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina akan ditingkatkan agar lebih efisien dan transparan.
  • Penyelenggaraan haji 2026 dinilai berhasil dengan penurunan biaya sebesar Rp2 juta dan penambahan layanan fast track di Embarkasi Makassar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Penyelenggaran haji 2026 telah selesai. Pemerintah kini melakukan persiapan untuk proses penyelenggaraan haji 2027.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana, mengatakan istiha'ah kesehatan jemaah haji akan menjadi perhatian khusus pada penyelenggaraan haji 2027.

"Pemeriksaan kelayakan kesehatan jemaah akan diperketat guna menekan angka kesakitan dan wafatnya jemaah di Tanah Suci," ujar Kurnia dalam konferensi pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

1. Ada ratusan ribu jemaa haji yang memiliki risiko tinggi kesehatannya

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Kurnia menerangkan, pada tahun 2026, Indonesia mendapat 221 ribu kuota haji. Dia mengatakan, ada 44.247 jemaah haji berusia di atas 65 tahun.

Kemudian ada 170.700 jemaah haji masuk dalam kategori risiko tinggi, 370 jemaah berkebutuhan khusus dan 275 pengguna kursi roda.

2. Pemerintah perbaiki tata kelola

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Kurnia menyampaikan, pemerintah juga akan meningkatkan dan memperbaiki tata kelola layanan kesehatan, konsumsi, akomodasi hingga transportasi. Selain itu, tata kelola layanan di Arafah, Muzdalifah dan Mina juga akan ditingkatkan.

"Di samping itu, tata kelola dan layanan di Mina akan terus dibenahi, penggunaan kuota haji akan dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan proses pengadaan layanan akan dijalankan secara lebih efisien, transparan, dan akuntabel," kata dia.

3. Bakom beberkan keberhasilan penyelenggaraan haji 2026

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Lebih lanjut, Kurnia kemudian membeberkan keberhasilan penyelenggaraan haji 2026. Salah satunya, ada penurunan ongkos haji Rp2 juta.

Kemudian, ada juga penambahan layanan fast track Embarkasi Makassar. Fast track merupakan layanan pemeriksaan paspor dan visa Arab Saudi yang dilakukan di bandara Indonesia.

Sehingga, jemaah haji tidak perlu lagi diperiksa paspornya saat tiba di bandara Arab Saudi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article