Jakarta, IDN Times - Kecelakaan antara Commuterline atau KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.53 WIB, diduga bermula akibat adanya taksi mogok di perlintasan sebidang. Saat KRL terhenti, dari arah belakang datang Argo Bromo hingga terjadilah tabrakan.
Salah satu penumpang, Munir, menceritakan peristiwa itu berawal saat Commuterline yang ditumpanginya berhenti di jalur 1, Stasiun Bekasi Timur. Saat itu, Commuterline melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang.
Dia menceritakan Commuterline yang ditumpanginya berhenti lantaran ada unit dari arah berlawanan menabrak taksi dengan nomor polisi B 3864 SBX. Beberapa saat kemudian, datang Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang langsung menabrak bagian belakang Commuterline yang melaju ke arah Cikarang.
"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir di lokasi.
Dia mengatakan, hantaman kereta jarak jauh mengakibatkan banyak korban yang ada di gerbong paling belakang terjepit. Dia menyebut saat terjadi kecelakaan ia berada di gerbong keempat dari belakang.
"Banyak itu, ada korban di dalam terjebak. Kalau saya, pas kejadian langsung ke luar gerbong," kata dia.
Belum diketahui persis nasib pengemudi taksi tersebut. Polisi beserta petugas gabungan masih mengevakuasi korban di lokasi kejadian.
Pantauan IDN Times hingga pukul 23.00 WIB, petugas masih mengevakuasi sejumlah penumpang yang terjepit di gerbong paling belakang Commuterline yang tertabrak lokomotif Argo Bromo Anggrek. Terlihat juga sejumlah orang yang tidak sadarkan diri.
