Jakarta, IDN Times - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendesak Panglima TNI dan Kapolri mengendalikan seluruh aparat yang bertugas di Papua, menyusul tewasnya seorang pendeta Gereja Kemah Injil (GKII) dalam insiden penembakan di Kabupaten Intan Jaya. Desakan itu muncul di tengah rentetan korban sipil yang terus berjatuhan akibat konflik bersenjata di Papua.
Pigai menjelaskan aparat keamanan harus menjalankan tugas secara profesional sekaligus mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil. Permintaan itu disampaikan setelah peristiwa penembakan pendeta diklaim oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), sementara aparat keamanan masih melakukan pendalaman atas insiden tersebut.
"Penembakan pendeta di Intan Jaya dan Papua, kita minta Panglima TNI dan Kapolri agar mengendalikan anggotanya yang bertugas di Papua," kata Pigai, dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
