Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

TNI Tuding OPM Jadikan Masyarakat Tameng Hidup Dalam Aksi Bersenjata

TNI Tuding OPM Jadikan Masyarakat Tameng Hidup Dalam Aksi Bersenjata
Panglima Komando Gabungan Pertahanan Wilayah III, Letjen TNI Lucky Avianto. (Dokumentasi Kogabwilhan III)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komandan Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menuding kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) kerap menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup ketika melakukan kontak tembak dengan aparat. Alhasil, warga sipil di Papua kerap menjadi korban.

"Mereka acapkali menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup saat berhadapan atau menyerang TNI. Saat hendak ditangkap, mereka menyerang dengan membabi buta, menembakan senapan mesin hingga melukai prajurit. Sehingga, kami berikan tindakan tegas untuk melindungi keselamatan jiwa dan raga prajurit serta masyarakat di sekitarnya," ungkap Pangkogabwilhan III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto ketika dikonfirmasi pada Selasa (7/7/2026).

Jenderal bintang tiga itu menambahkan kejahatan yang dilakukan oleh OPM merupakan wujud nyata dari paradoks pembangunan daerah dan masyarakat di ufuk timur Indonesia. OPM telah melakukan beragam aksi teror, mulai dari intimidasi, perampokan, pembakaran sekolah, gereja serta berbagai fasilitas pelayanan masyarakat, pemerkosaan terhadap wanita, hingga pembunuhan keji di luar nalar kemanusiaan.

"TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat)-OPM sejatinya adalah musuh bersama yang harus dilawan dan dihentikan," tutur dia.

1. Sebanyak 54 anggota OPM ditangkap Koops TNI Habema hingga pertengahan 2026

RI-India Sepakati Kerja Sama Pertahanan, AI, dan Digital
Kogabwilhan III ketika memaparkan hasil kinerja selama semester I pada tahun 2026. (Dokumentasi Kogabwilhan III)

Lebih lanjut, pada Senin kemarin, Kogabwilhan III menggelar pemberian keterangan pers untuk memaparkan hasil kinerja semester I pada 2026. Salah satu capaian yang berhasil diraih yakni 54 anggota OPM sudah ditangkap. Selain itu, 59 anggota OPM aktif akhirnya memilih kembali ke Indonesia.

"54 anggota OPM dapat kami amankan dan dengan pendekatan harmonis yang menitikberatkan pada pembangunan daerah serta masyarakat, alhamdulilah puji Tuhan, 59 anggota OPM aktif akhirnya memilih kembali ke pangkuan ibu pertiwi," ungkap Lucky.

TNI, kata Lucky, juga mewanti-wanti seluruh anggota OPM untuk menghentikan aksi kejahatan kemanusiaan. "Segera letakan senjata dan kembali bergabung ke pangkuan ibu pertiwi," tutur dia.

Tentara, kata Lucky, juga dapat menempuh langkah tegas sesuai dengan undang-undang serta peraturan yang berlaku. TNI, katanya, tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas ketika berhadapan dalam situasi yang mendesak.

"Mengingat prinsip salus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Senantiasa menjadi pedoman kami bila menghadapi situasi genting," imbuhnya.

2. Anggota OPM Jeki Murib tewas ditembak TNI

RI-India Sepakati Kerja Sama Pertahanan, AI, dan Digital
Tim patroli Satgas Koops TNI Habema menggerebek markas sementara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Dok. Pen Koops TNI Habema)

Lucky pun mengakui personel TNI pernah menembak mati anggota OPM ketika melakukan operasi. Di antaranya, Komandan Operasi Kepala Air Kodap Ilaga OPM, Jeki Murib. Selain itu, kata Lucky, ada pula puluhan anggota OPM lainnya yang dikenal sadis dan menjadi dalang utama beragam tindak kejahatan, berhasil dilumpuhkan oleh TNI.

"TNI dapat mengambil langkah tegas berdasarkan Rules of Engagement (ROE) untuk memastikan tindakan tegas terukur yang TNI lakukan tetap menjunjung tinggi hukum serta HAM," katanya.

3. TNI sita 47 pucuk senjata api dan 92 pucuk senapan angin

OPM, Papua, TNI
Kogabwilhan III ketika memaparkan hasil kinerja selama semester I pada tahun 2026. (Dokumentasi Kogabwilhan III)

Di dalam pemberian keterangan jumpa pers, Kogabwilhan III juga menyita 47 pucuk senjata api berbagai jenis dari OPM. Selain itu, ada 92 pucuk senapan angin dan puluhan komponen, suku cadang, dan ratusan butir amunisi, uang tunai, dokumen serta berbagai atribut.

"Kami juga berhasil menyita berbagai perlengkapan kelompok separatis yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPM-OPM)," katanya.

Ia mengaku tak dapat membayangkan bila senjata-senjata tersebut masih dikuasai oleh OPM. Potensi korban yang tak bersalah akan terus berjatuhan, semakin terbuka lebar.

Korban kekejaman terbaru OPM menyasar pilot AMA Air, Nicholas F. Gosselin yang ditembak dari jarak sangat dekat pada Kamis, 2 Juli 2026. Selain itu, Kogabwilhan III menemukan 1.479 batang pohon ganja, puluhan kilogram ganja kering dan sejumlah ladang ganja siap panen.

"Puluhan tersangka yang di antaranya juga terdapat warga asing telah diamankan kemudian diserahkan ke kepolisiaan untuk diproses hukum lebih lanjut," tutur dia.

Lucky menekankan maraknya keberadaan ladang-ladang ganja itu tidak lepas dari seruan serta anjuran juru bicara OPM, Sebby Sambom. Ia melegalkan ganja untuk ditanam di tanah Papua.

"Ironisnya hasil budidaya tanaman haram yang ditanam oleh OPM mulai dari daerah pelosok hingga pekarangan masyarakat, diperjualbelikan OPM kepada anak-anak muda," ungkapnya.

Hasil penjualan ganja itu kemudian dipakai untuk membiayai operasional OPM.

Share Article
Curated For You

Penembakan Ibu Hamil di Papua, Komnas HAM Desak Investigasi Independen

06 Jul 2026, 13:59 WIBNews
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More