Jakarta, IDN Times - "Kita mau tertibkan, saya juga punya data intelijen, kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya, tiap hari dapat laporan intel, saya ngertilah siapa yang biayai-biayai."
Kalimat ini setidaknya banyak ditafsirkan publik sebagai bentuk 'ancaman' dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dalam merespons berbagai kritik yang menggema dari luar pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara pada Jumat, 13 Maret 2026, mengaku heran, masih ada pengamat yang membuat analisis negatif terhadap pemerintah.
"Ya, ini pengamat-pengamat ada beberapa macem, menurut saya, ada pengamat yang memang tidak suka pemerintah sendiri berhasil karena berbagai motivasi," ujar Kepala Negara.
Menurut Prabowo, pengamat yang kerap membuat analisis negatif terhadap pemerintah memiliki sikap yang sempit dan tidak patriot.
"Mungkin karena merasa kalah tidak punya kekuasaan, kemudian atau ada pihak yang hilang rezeki, terutama maling-maling koruptor, ya merasa rugi dong dengan pemerintah kita," ujar Presiden.
