Jakarta, IDN Times - Sebanyak 30 ruas jalan di Sumatera Utara yang dikerjakan pemerintah pusat kini berstatus fungsional. Capaian tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan infrastruktur pascabencana Sumatera yang terus dilakukan pemerintah secara bertahap.
30 Ruas Jalan di Sumut Sudah Berfungsi Normal Pascabencana

Sebanyak 30 ruas jalan yang ditangani pemerintah pusat dan 607 ruas oleh Pemda Sumatera Utara telah fungsional, meski 9 ruas masih terputus pascabencana.
Bencana merusak 2.036 ruas jalan dan 646 jembatan di Aceh, Sumut, serta Sumbar; kerusakan infrastruktur Sumut diperkirakan Rp4,7 triliun dengan kebutuhan pemulihan Rp30,5 triliun.
Jalan nasional dan jembatan nasional di tiga provinsi telah fungsional 100 persen; perbaikan jalan daerah mencapai 99 persen di Sumut, didukung proyek drainase dan pemeliharaan akses lokal.
Arah pemulihan tersebut sejalan dengan kebijakan dan strategi rehabilitasi serta rekonstruksi yang disusun Satgas PRR. Rehabilitasi jaringan jalan dan jembatan yang rusak diprioritaskan untuk menjaga konektivitas antarwilayah, terutama pada koridor strategis serta akses penghubung antarkabupaten/kota dan wilayah terdampak.
Berdasarkan data kegiatan perbaikan jalan dan jembatan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera per Senin (19/10/2026), selain 30 ruas jalan yang dikerjakan pemerintah pusat, sebanyak 607 ruas jalan yang diperbaiki Pemerintah Daerah Sumatera Utara juga telah berstatus fungsional.
Meski demikian, masih terdapat 9 ruas jalan di Sumatera Utara yang masih terputus. Satgas PRR bersama pemerintah daerah terus berkolaborasi mempercepat penanganan ruas jalan yang terdampak bencana pada akhir 2025 tersebut.
Kerusakan infrastruktur jalan memang menjadi salah satu dampak besar bencana Sumatera. Satgas PRR mencatat sebanyak 2.036 ruas jalan mengalami kerusakan, terdiri dari 1.631 ruas di Aceh, 41 ruas di Sumatera Utara, dan 364 ruas di Sumatera Barat.
Selain jalan, sebanyak 646 unit jembatan juga mengalami kerusakan. Rinciannya, 636 jembatan di Aceh, 7 jembatan di Sumatera Utara, dan 3 jembatan di Sumatera Barat.
Khusus kerusakan dan kerugian infrastruktur di Sumatera Utara, Satgas PRR memperkirakan nilainya mencapai Rp4,7 triliun. Sementara kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi di provinsi tersebut diperkirakan mencapai Rp30,5 triliun.
1. Perbaikan jalan terus dilakukan

(Dok. Tim Media Satgas PRR) Proses perbaikan pun terlihat di sejumlah wilayah Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Deli Serdang. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama BPBD Deli Serdang dan Kecamatan Percut Sei Tuan meninjau sejumlah pekerjaan infrastruktur di Kecamatan Percut Sei Tuan pada Jumat (16/10/2026). Salah satunya peningkatan Ruas Jalan Batas Medan-Bagan Percut di Desa Percut. Pekerjaan tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga pembangunan drainase sepanjang sekitar 700 meter.
Pantauan di lokasi menunjukkan masih terdapat sejumlah lubang dan genangan di badan jalan. Di sisi jalan menuju Medan, pembangunan drainase terlihat masih berlangsung. Sebagian saluran masih dalam tahap bekisting. Sementara bagian yang telah selesai dibetonisasi memiliki lebar sekitar 80 sentimeter dengan kedalaman sekitar 1 meter. Pembangunan drainase menjadi penting karena sebelumnya saluran air di kawasan tersebut hanya dibuat secara sederhana oleh warga dengan mengeruk tanah. Saluran kemudian mengalami penyumbatan akibat sedimentasi dan sampah.
Kondisi tersebut turut diperparah dengan banjir yang kerap terjadi, baik akibat curah hujan tinggi maupun banjir rob yang hampir setiap sore mencapai permukaan jalan.Pekerjaan drainase dimulai pada Juli 2026 dan ditargetkan selesai November 2026.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, Suparno mengatakan, peningkatan ruas jalan tersebut mencakup pembangunan tembok penahan tanah dan drainase. Pekerjaan menggunakan anggaran sekitar Rp1,9 miliar yang bersumber dari TKD Tambahan.
TKD Tambahan (Tambahan Transfer ke Daerah) adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, khususnya guna mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya.
2. Jalan Usman Sidiq juga diperbaiki

(Dok. Tim Media Satgas PRR) Upaya memperbaiki akses masyarakat juga dilakukan melalui Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Usman Sidiq yang menghubungkan Desa Bandar Khalifah hingga Desa Medan Estate. Di Jalan Pasar V, tepatnya di depan Kantor Wilmar, sekitar 200 meter badan jalan telah selesai dicor beton. Lebar jalan yang sebelumnya sekitar 4 meter kini menjadi sekitar 6 meter.
Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas lebih nyaman. Di sisi kiri jalan menuju Jalan Usman Sidiq, terdapat drainase baru dengan lebar sekitar 1 meter yang telah dibangun menggunakan beton. Sementara kondisi Jalan Usman Sidiq sendiri masih terdapat sejumlah lubang dan genangan air. Permukaan jalan juga tampak berdebu. Kerusakan jalan tersebut telah dirasakan warga selama sekitar enam tahun dan semakin memburuk karena kerap terdampak genangan saat curah hujan tinggi.
Padahal, ruas tersebut menjadi salah satu jalur alternatif warga untuk bepergian, termasuk aktivitas pergi dan pulang kerja. Pemerintah daerah pun menyiapkan pengaspalan sepanjang sekitar 800 meter pada Jalan Usman Sidiq. Proyek pemeliharaan tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp1,6 miliar yang bersumber dari TKD Tambahan.
3. Perbaikan mengalami kemajuan pesat

Progres pembangunan jalan lintas Kabupaten Padang Lawas Utara Paluta- Kabupaten Tapanuli Selatan Tapsel via Sipiongot (Dok. Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Sumut) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyatakan seluruh jalan nasional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah kembali fungsional 100 persen.
"Untuk akses darat jalan nasional Aceh, Sumut, Sumbar sudah fungsional semua 100 persen," kata Tito.
Tito menambahkan, perbaikan jalan daerah di tiga provinsi tersebut juga mencatatkan kemajuan pesat. Jalan yang sudah fungsional di atas 90 persen. Di Aceh 92 persen fungsional, 99 persen fungsional di Sumut, dan Sumbar sudah 90 persen.
Selain jalan nasional, jembatan nasional di tiga provinsi tersebut juga 100 persen sudah berfungsi kembali meskipun sebagian masih bersifat sementara dengan menggunakan jembatan Bailey, Armco, maupun perbaikan teknis lainnya. Ia menambahkan, perbaikan jembatan daerah masih terus dikebut, khususnya di Aceh yang progresnya mencapai 47 persen, Sumatera Utara 95 persen, dan Sumatera Barat 69 persen.
Tito, menegaskan Satgas PRR telah memberikan perhatian khusus untuk pemulihan akses jalan nasional, lantaran akses jalan menjadi fondasi utama percepatan distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta pemulihan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
Pemerintah juga telah mengerahkan dukungan TNI dan Polri dalam pembangunan jembatan darurat. TNI membangun 62 unit jembatan Bailey, 74 unit Armco, serta 37 jembatan perintis, sedangkan Polri membangun 41 unit jembatan di berbagai wilayah terdampak. (WEB)





















