Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan lima program prioritas untuk memperkuat peran pesantren dan meningkatkan kualitas santri dalam menghadapi tantangan zaman. Kelima program tersebut meliputi Safe Santri, penguatan rekognisi ijazah, pesantren adaptif dan mandiri, Santri 5.0, serta dakwah digital.
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengatakan program tersebut diinisiasi Direktorat Jenderal Pesantren untuk memastikan pesantren semakin berdaya dalam menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
"Untuk menjawab tantangan zaman dan memastikan pesantren semakin kuat di dalam menyiapkan masa depan santri, Direktorat Jenderal Pesantren menginisiasi lima program prioritas," ujar Nasaruddin dalam pidatonya pada peringatan Hari Santri 2026 di Kemenag, Jakarta, Kamis (22/10/2025).
Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Menurut Nasaruddin, tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat mengenai peran santri dalam perjuangan bangsa sekaligus tanggung jawab mereka dalam mempersiapkan masa depan Indonesia.
"Jika 81 tahun lalu santri menguatkan negeri dengan mengangkat senjata, menumbangkan penjajah, maka hari ini santri wajib menguatkan negeri dengan penguasaan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, kekuatan inovasi, serta kedalaman akhlak mulia. Zaman boleh berubah dan tantangan terus berganti, tetapi nyala api pengabdian santri untuk Indonesia tidak boleh padam walau sekejap pun," ucap dia.
