Kemhan Buka Suara soal Motor Listrik yang Terbengkalai di Bekasi

Kemhan membenarkan sekitar 50 motor trail listrik di Bekasi milik TNI AD untuk operasional Batalyon Teritorial Pembangunan, bukan pengadaan Badan Gizi Nasional.
Motor sempat ditempatkan dekat TPA sebagai transit logistik karena gudang mitra penuh, lalu seluruhnya dipindahkan ke workshop untuk pengecatan dan penyelesaian akhir.
Distribusi motor ke Yon TP, termasuk wilayah timur seperti Papua, dilakukan bertahap; Kemhan menargetkan 750 Batalyon Teritorial Pembangunan terbentuk hingga 2029.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) buka suara mengenai temuan ratusan motor listrik yang terbengkalai di Jalan Inspeksi BKT, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Mereka membenarkan motor tersebut milik TNI Angkatan Darat (AD). Rencananya, motor tersebut akan dikirim untuk kebutuhan operasional Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).
Temuan motor listrik di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itu menjadi perbincangan publik di media sosial. Mereka menduga motor listrik tersebut bagian dari pengadaan motor untuk Badan Gizi Nasional (BGN).
"Unit kendaraan tersebut merupakan milik PT BMT, selaku mitra penyedia Kemhan yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP)," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, di Jakarta Pusat kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Jumat (22/10/2026).
Dia mengatakan, unit sepeda motor listrik diletakan di area terbuka dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tersebut hanya transit sementara selama beberapa jam untuk proses konsolidasi logistik. Pihak mitra, kata Rico, memindahkan armada tersebut ke fasilitas workshop internal mereka untuk menjalani tahap pengecatan dan penyelesaian akhir. Jenderal bintang satu itu memastikan sudah tidak ada lagi motor listrik yang berada di sana.
"Seluruh unit kendaraan saat ini dipastikan sudah tidak berada di lokasi transit dan telah dipindahkan sepenuhnya ke workshop penyedia sesuai dengan rencana kerja," ujar dia.
1. Distribusi motor listrik ke Yon TP akan dilakukan secara bertahap

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait ketika berada di Sulawesi Utara. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan) Rico mengatakan, persoalan kapan unit motor listrik itu didistribusikan ke Batalyon TP yang dituju akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal penyerahan resmi. Selain itu, spesifikasi motor listrik yang dipesan oleh perusahaan mitra sudah sesuai untuk digunakan di area Batalyon TP.
"Pendistribusian unit motor trail listrik ke Batalyon TP yang dituju akan dilaksanakan secara bertahap," ujar mantan Dandim di Kota Bekasi itu.
Sementara, Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Noor Iskak, mengatakan, motor listrik itu akan dikirim ke Yon TP di wilayah timur Indonesia.
"(Motor listrik) untuk wilayah timur Indonesia, seperti di Papua," kata Noor kepada IDN Times lewat pesan pendek pada hari ini.
Senada dengan Rico, Noor menjelaskan, alasan motor listrik trail itu diletakan di dekat TPA lantaran gudang penyimpanan milik perusahaan mitra Kemhan sedang penuh. Sedangkan, pemda memiliki tanah yang masih kosong.
"Jadi mungkin pinjam (lokasi penyimpanan) di sana dulu sebelum dikirim ke Papua," ujar dia.
2. Kemhan sebut motor listrik trail bukan milik BGN

Ratusan motor trail jenis Kawasaki KLX terparkir di lahan terbuka di Jalan Inspeksi BKT, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. (Dokumentasi Istimewa) Rico juga menggarisbawahi pengadaan armada operasional itu merupakan program Kemhan untuk mendukung satuan teritorial.
"Motor listrik itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan program pengadaan Badan Gizi Nasional (BGN)," kata Rico.
Saat ditanyakan jumlah motor listrik yang ada di dekat TPA di Bekasi, Rico menyebut ada sekitar 50 unit.
Sementara, dalam kasus BGN, instansi yang mengeksekusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) diketahui memesan 21.801 unit sepeda motor listrik. Rencana semula, motor listrik itu kan didistribusikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, rencana pengadaan motor listrik itu ternyata dikorupsi oleh kepemimpinan BGN di era Dadan Hindayana.
3. Prabowo menargetkan terbentuk 750 Batalyon TP hingga 2029

Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat koordinasi nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026) (Youtube.com/Sekretariat Presiden) Sementara, saat ini sudah ada 305 Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) hingga Oktober 2026. Kementerian Pertahanan menargetkan hingga 2029 nanti akan dibentuk 750 satuan.
Presiden Prabowo Subianto pada HUT ke-81 TNI telah meresmikan 150 BTP baru yang tersebar di sejumlah wilayah. Peresmian 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan (BTP) baru merupakan bagian dari 204 satuan baru TNI.
"Dengan mengucap bismillah, pada pagi hari ini, hari Senin, 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden RI dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI termasuk 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan (BTP)," ujar Prabowo di Lapangan Prima, Mabes TNI, Senin, 5 Oktober 2026.
Selain itu, ada pula enam komando daerah militer (kodam) baru yang ikut diresmikan. Dengan demikian total sudah ada 27 kodam di seluruh Indonesia. Peresmian itu ditandai dengan penyerahan tongkat komando kepada Panglima Kodam dan bendera lambang kesatuan.






















