Prabowo kumpulkan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Hambalang, Minggu (25/1/2026). (Instagram/@sekretariat.kabinet).
Ali menegaskan ukuran kabinet saat ini dinilai sudah cukup besar. Karena itu, jika Presiden ingin meningkatkan efektivitas pemerintahan, langkah yang lebih tepat adalah melakukan evaluasi dan pergantian terhadap pejabat yang kinerjanya tidak optimal.
"Kalau saya diminta pendapat bahwa soal postur yang gemuk ini menurut saya udah cukup ya. Kalau presiden mau memperbaiki keadaan dengan lewat personil-personil yang ada di lingkaran kabinet, maka yang ada perlu menurut saya adalah pergantian-pergantian. Bukan menambah ya, bukan menambah personil tapi mengganti gitu," tegasnya.
Menurut Ali, kementerian atau lembaga yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan bahkan bisa dipertimbangkan untuk dilebur sebagai bagian dari efisiensi birokrasi.
"Pemainnya tetap saja, misalkan postur sekarang berapa, ada seratus sekian kan jumlah menteri dan wakil menteri. Tetap saja postur segitu. Kalau ada misalkan menteri yang kinerjanya buruk, makanya diganti. Bahkan kalau ada menteri yang kinerjanya itu standar-standar saja menurut saya bisa dilebur. Ada misalkan beberapa lembaga atau kementerian yang kemudian terlihat tidak memberikan efek apa-apa, performanya rendah dan seterusnya-seterusnya, maka justru diefisiensi, dilebur," ungkapnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut akan membuat kebijakan efisiensi lebih sinkron dari pemerintah pusat hingga masyarakat.
"Justru mengarah ke sana. Jadi efisiensi biar berjalan mulai dari atas sampai ke bawah gitu. Biar sinkron antara pusat, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat," imbuh dia.