Jakarta, IDN Times - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mendesak oditur militer dan majelis hakim untuk menggelar persidangan secara transparan dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Keterbukaan dinilai krusial agar publik dapat mengawasi jalannya proses hukum sekaligus memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
“Kami juga meminta supaya oditur militer dan para hakim supaya benar-benar membuka secara transparan untuk biar supaya disampaikan kepada publik agar publik juga bisa mengikuti perkembangan secara saksama," kata Pigai dalam konferensi pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (20/4/2026).
