Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jaga Batik Tetap Lestari, PNM Berdayakan Perajin di Berbagai Daerah
Setiap lembar batik menyimpan cerita tentang tangan-tangan yang merawat warisan budaya, termasuk para pembatik di berbagai pelosok negeri. Di Hari Batik Nasional, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus berupaya mendukung pelestarian warisan budaya tersebut dengan memberdayakan perempuan-perempuan tangguh yang hidup dari usaha membatik. (Dok. PNM)
  • PNM memberdayakan perajin batik perempuan melalui pembiayaan dan program klasterisasi di Jambi, Madiun, Magelang, hingga Lamongan untuk menjaga kelestarian batik dan memperkuat usaha mereka.

  • Program klasterisasi menyediakan pelatihan membatik, ecoprint, pewarnaan, pendampingan, akses pemasaran, serta fasilitas seperti tempat pelatihan dan alat pengunci warna.

  • PNM mendorong pembatik belajar, memakai fasilitas, dan saling membantu secara berkelompok; fasilitas di Magelang juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar nonnasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PNM menjalankan program klasterisasi batik berupa pelatihan, pendampingan, pembiayaan, fasilitas, dan akses pemasaran untuk mendukung perajin batik serta pelestarian batik.
  • Who?
    PT Permodalan Nasional Madani (Persero), para perempuan pembatik dan nasabah PNM, trainer, serta Direktur Utama PNM Kindaris terlibat dalam program tersebut.
  • Where?
    Program berlangsung di Jambi, Madiun, Magelang, dan Lamongan, termasuk Kelurahan Danau Teluk di Kota Jambi, Desa Uteran di Madiun, serta Desa Gandusari di Magelang.
  • When?
    Program disorot pada momentum Hari Batik Nasional, yang diperingati setiap 2 Oktober. Hingga saat ini, PNM telah memfasilitasi klasterisasi batik di sejumlah daerah.
  • Why?
    PNM berupaya menjaga kelestarian batik dengan memperkuat keterampilan, kreativitas, kualitas produk, dan usaha para pembatik melalui pembinaan berkelompok.
  • How?
    PNM mengumpulkan pengusaha batik sejenis dalam klaster untuk mengikuti pelatihan membatik, ecoprint, dan pewarnaan, menggunakan fasilitas bersama, serta memperoleh pendampingan dan akses pemasaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Setiap lembar batik menyimpan cerita tentang tangan-tangan yang merawat warisan budaya, termasuk para pembatik di berbagai pelosok negeri. Di Hari Batik Nasional, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus berupaya mendukung pelestarian warisan budaya tersebut dengan memberdayakan perempuan-perempuan tangguh yang hidup dari usaha membatik.

Hingga saat ini PNM telah memfasilitasi klasterisasi batik di berbagai titik di Indonesia, di antaranya Jambi, Madiun, Magelang, Hingga Lamongan. Klasterisasi merupakan program pelatihan berseri dari PNM yang dilakukan secara berkelompok, dengan mengumpulkan pengusaha batik sejenis dalam satu wilayah. Melalui cara ini, pembekalan dapat diberikan lebih terarah dan peserta tidak berjalan sendiri.

1. PNM dorong pembatik tumbuh bersama

ilustrasi batik (unsplash.com/wafieq akmal)

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi cara PNM ikut menjaga batik pada momentum Hari Batik Nasional.

"Kami ingin ikut menjaga batik lewat para pembuatnya. Melalui pembiayaan dan program pemberdayaan melalui klasterisasi, ibu-ibu para pembatik kami kumpulkan agar bisa belajar, berkarya, dan tumbuh bersama, sehingga batik tetap lestari dan usaha mereka semakin kuat," ujar Kindaris.

2. PNM perluas pelatihan dan fasilitas bagi perajin batik

ilustrasi batik (unsplash.com/Camille Bismonte)

Di Kelurahan Danau Teluk, Kota Jambi contohnya, klasterisasi menghadirkan pelatihan membatik, pendampingan, dan akses pemasaran bagi perajin batik setempat. Keterampilan peserta kemudian diperluas di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, lewat pelatihan batik ecoprint yang mendorong kreativitas dan menambah pengetahuan baru.

Pengembangan keterampilan itu ditopang fasilitas di Desa Gandusari, Magelang. PNM membentuk kampung binaan batik lengkap dengan tempat pelatihan membatik dan alat pengunci warna.

3. Tumbuhkan pembatik lewat semangat gotong royong

ilustrasi batik (pixabay.com/AnglesNViews)

Nasabah dilatih oleh trainer agar mampu memiliki tambahan keterampilan dari batik tradisional ke ecoprint. Dilanjutkan dengan pelatihan pewarnaan agar kualitas produk terjaga. Fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar yang bukan nasabah.

"Lewat klaster, para pembatik tidak lagi bekerja sendiri-sendiri. Mereka belajar bersama, memakai fasilitas bersama, dan saling membantu kalau ada kesulitan. Semangat gotong royong seperti inilah yang kami terapkan dalam pembinaan nasabah PNM secara berkelompok, karena kami yakin usaha yang dijalani bersama akan lebih mudah berkembang" tambah Kindaris.

Klasterisasi ini menjadi bentuk dukungan PNM pada peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, saat batik Indonesia diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Bagi PNM, merawat batik berarti memastikan para pembatiknya terus berdaya. #PNMuntukUMKM#PNMPemberdayaanUMKM (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article