Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda Metro Duga Kelompok Anarko Bakal Tunggangi Demo 27 Agustus
Massa tandingan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar demo di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Polda Metro Jaya menduga kelompok masyarakat dan mahasiswa terafiliasi anarko berupaya menunggangi demonstrasi di DPR/MPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026.
  • Berdasarkan pemetaan polisi, konsolidasi kelompok mencakup penguatan narasi RUU Perampasan Aset, penyebaran flyer provokatif, penggalangan dana, serta mobilisasi massa melalui platform digital.
  • Polisi memeriksa 10 orang yang diduga merekrut dan menyediakan dana, sambil mendalami jaringan pembiayaan, komunikasi, pengorganisasian, serta pemberi arahan sebagai langkah pencegahan gangguan keamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi di Jakarta bilang ada kelompok yang diduga dekat dengan anarko. Mereka diduga mau ikut memengaruhi demo di DPR. Polisi melihat mereka menyebar ajakan, mencari uang, dan mengumpulkan orang lewat internet. Polisi sudah memeriksa 10 orang. Sekarang polisi masih mencari tahu siapa yang mengajak, membiayai, dan memberi arahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya mengungkap adanya kelompok masyarakat dan mahasiswa yang diduga terafiliasi dengan kelompok anarko, dan disebut hendak menunggangi demonstrasi di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Polisi menyebut konsolidasi kelompok itu mencakup penguatan narasi, penggalangan dana hingga mobilisasi massa.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan dugaan tersebut diketahui setelah polisi melakukan pemetaan dan pemantauan terhadap dinamika kelompok masyarakat dan mahasiswa.

"Teman-teman sekalian, berdasarkan hasil pemetaan dan pemantauan terhadap dinamika kelompok masyarakat dan mahasiswa yang diduga terafiliasi dengan kelompok anarko, telah teridentifikasi melakukan konsolidasi yang selanjutnya berkembang akan menunggangi kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilaksanakan hari ini," kata Iman.

Menurut Iman, salah satu isu utama yang berkembang dalam konsolidasi tersebut adalah RUU Perampasan Aset.

"Salah satu isu utama yang berkembang saat ini adalah RUU Perampasan Aset," ujarnya.

Konsolidasi kemudian disebut berkembang menjadi penyebaran flyer yang dinilai provokatif. Kelompok tersebut juga diduga mengajak elemen lain untuk melakukan amplifikasi isu, aksi, hingga mengumpulkan pergerakan.

Polisi menduga mobilisasi dilakukan secara berjenjang melalui media sosial dan aplikasi komunikasi digital. Iman mengatakan penyidik masih mendalami pihak yang berperan dalam perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa, hingga pihak yang memberikan perintah atau arahan.

Polda Metro Jaya juga telah memeriksa 10 orang yang diduga berperan sebagai perekrut dan penyedia dana.

"Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami sumber pembiayaan, pola perekrutan, komunikasi antar pihak, serta tujuan dan peran masing-masing dalam rangkaian kegiatan tersebut," kata Iman.

Polisi menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari preventive strike, untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sebelum berkembang lebih luas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article