Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). (ANTARA FOTO/Fauzan)
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). (ANTARA FOTO/Fauzan)

Intinya sih...

  • Selama musim mudik Nataru, Polri melakukan rekayasa lalu lintas seperti one way dan contra flow untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

  • Volume kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta selama periode tersebut dihitung dari 4 gerbang tol dengan total kendaraan yang keluar lebih banyak.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Korlantas Polri mencatat sebanyak 3.183 kecelakaan terjadi selama musim mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dari ribuan kecelakaan yang terjadi, 403 orang tewas selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025 mulai 20 Desember hingga 2 Januari 2026.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengatakan, jumlah kecelakaan dan korban jiwa yang terjadi pada musim mudik Nataru kali ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

"Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2024 tercatat 3.430 kejadian, sedangkan tahun 2025 tercatat 3.183 kejadian, sehingga mengalami penurunan 247 kejadian atau 7,20 persen,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/1/2026).

"Korban meninggal dunia tahun 2024 tercatat 553 orang, turun menjadi 403 orang pada tahun 2025 sehingga mengalami penurunan 150 orang atau 27,12 persen,” lanjutnya.

1. Rekayasa lalu lintas terkendali

Situasi lalu lintas Tol Jakarta-Cikampek KM 19. (IDN Times/Imam Faishal)

Selama musim mudik Nataru kali ini, Agus menambahkan, pihaknya telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Mulai dari one way hingga contra flow.

"Secara umum, pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan aman, tertib, dan terkendali, serta efektif dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas pada ruas-ruas strategis selama Operasi Lilin 2025," kata dia.

2. Kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.638.186 unit

Foto udara sejumlah kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang pada 30 Maret 2025. (ANTARA FOTO/Fauzan)

Agus membeberkan jumlah kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta sejak 18 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Volume kendaraan ini dihitung dari 4 gerbang tol, yakni Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

"Total keluar Jakarta 2.638.186 kendaraan. Total masuk Jakarta 2.472.184 kendaraan," kata dia.

3. Arus balik dapat dikendalikan dengan baik

Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama 1 (Dok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk)

Dibandingkan dengan periode Operasi Lilin 2024, arus keluar Jakarta mengalami kenaikan. Hal ini mencerminkan meningkatnya pergerakan masyarakat untuk berlibur ke luar wilayah.

“Sementara itu, arus masuk Jakarta relatif stabil dengan kecenderungan menurun, menandakan arus balik dapat dikendalikan dengan baik dan tersebar secara merata," kata Agus.

Editorial Team