4 Tentara AS Ditahan Usai Terlibat Perkelahian di Korsel

- Empat tentara AS ditahan polisi Korea Selatan usai terlibat perkelahian di kawasan hiburan Itaewon yang menyebabkan dua warga sipil terluka.
- Perkelahian bermula dari ajakan para tentara kepada dua perempuan lokal yang ditolak, hingga memicu adu mulut dan kekerasan dengan pria pendamping serta warga yang mencoba melerai.
- Setelah interogasi awal, keempat tentara diserahkan ke polisi militer AS sesuai perjanjian SOFA, sementara penyelidikan tetap dilanjutkan oleh kepolisian Korea Selatan.
Jakarta, IDN Times - Kepolisian Korea Selatan menahan empat tentara Amerika Serikat (AS) setelah terlibat perkelahian di kawasan Itaewon, Seoul, pada Senin (8/6/2026). Insiden yang terjadi pada dini hari di area hiburan malam tersebut menyebabkan dua warga sipil mengalami luka-luka.
Keempat prajurit tersebut kini harus menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatan mereka dalam aksi kekerasan. Pihak kepolisian setempat langsung mengamankan lokasi dan menahan para pihak yang terlibat sesaat setelah kejadian.
1. Penyebab awal perselisihan di jalanan Itaewon

Keempat prajurit asing berusia 20-an tahun itu diketahui bertugas di Camp Casey, Dongducheon. Sebelum insiden terjadi, mereka tengah mengunjungi pusat hiburan malam di kawasan Itaewon.
Berdasarkan laporan awal, perselisihan bermula ketika para tentara mendekati dua perempuan lokal. Ketegangan memuncak saat para perempuan tersebut menolak ajakan mereka, tetapi para prajurit terus mendesak.
Sikap tersebut memicu adu mulut dengan dua pria lokal yang sedang mendampingi para perempuan itu. Adu mulut kemudian berujung pada perkelahian fisik di tengah keramaian jalan.
"Perkelahian pecah sekitar pukul 02.00 dini hari di kawasan Itaewon. Insiden bermula saat ajakan para tentara ditolak, namun mereka terus mendesak hingga memicu perselisihan dengan pria yang menemani kedua perempuan itu," jelas penyelidik Kepolisian Yongsan, dilansir The Korea Herald.
2. Dua warga terluka saat berusaha melerai

Melihat perkelahian tersebut, dua pria Korea Selatan lainnya yang berada di sekitar lokasi berinisiatif untuk melerai. Mereka bermaksud menenangkan situasi agar keributan tidak meluas di ruang publik.
Namun, upaya melerai tersebut gagal. Kedua pria itu justru turut diserang oleh kelompok tentara AS dan harus dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak kepolisian kemudian menambahkan jeratan pasal kekerasan fisik kepada para pelaku. Langkah hukum ini diambil setelah hasil visum menunjukkan adanya luka nyata pada tubuh kedua korban penengah.
"Dua pria Korea yang berusaha menghentikan perkelahian turut diserang oleh tentara AS dan dilarikan ke rumah sakit. Oleh karena itu, dua dari tentara AS tersebut juga kami jerat atas tuduhan menyebabkan luka fisik," kata Kepala Penyidik Kepolisian Yongsan, dilansir The Straits Times.
3. Proses hukum dan penyerahan ke militer AS

Setibanya di lokasi kejadian, polisi langsung menahan para pihak yang terlibat untuk melengkapi berkas perkara awal. Pemeriksaan pertama dilakukan secara intensif di kantor polisi setempat.
Secara total, polisi mengamankan empat personel militer AS dan dua warga lokal atas dugaan penyerangan bersama. Setelah interogasi awal, para prajurit asing dipindahkan ke fasilitas penahanan militer negara mereka.
Pemindahan ini merupakan prosedur wajib yang diatur dalam Perjanjian Status Pasukan (Status of Forces Agreement/SOFA) antara AS dan Korea Selatan. Meski para tersangka telah berada di bawah pengawasan kepolisian militer AS, yurisdiksi penyelidikan kasus tetap berjalan di kepolisian Korea Selatan.
"Setelah menginterogasi para pihak yang terlibat, kami menyerahkan keempat tentara tersebut kepada polisi militer AS sesuai perjanjian SOFA. Namun, kami terus melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap detail insiden ini," ujar juru bicara Kepolisian Yongsan.

















