“Meskipun ini waktu libur, teman-teman terus bekerja untuk mendukung dan memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Meutya yang dikutip dari situs resmi.
Arus Balik Liburan Nataru, Komdigi Kawal Kualitas Jaringan

- Komdigi kawal kualitas jaringan selama arus balik liburan Natal dan Tahun Baru 2026.
- Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) melakukan pemantauan spektrum frekuensi di berbagai daerah sejak 19 Desember hingga 4 Januari.
- Pemantauan dilakukan untuk menjaga kualitas layanan komunikasi di jalur perjalanan, kawasan wisata, dan wilayah bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, dan Kalimantan Selatan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersiaga melakukan pemantauan jaringan pada periode arus balik liburan Natal dan Tahun Baru 2026 agar masyarakat yang bepergian dan berlibur dapat berkomunikasi dengan nyaman.
Komdigi menugaskan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) di berbagai daerah untuk bersiaga selama periode peningkatan mobilitas warga. Balmon SFR melakukan pemantauan spektrum frekuensi sejak 19 Desember hingga 4 Januari.
Jaga kualitas layanan
Pemantauan dilakukan guna membantu menjaga kualitas layanan komunikasi di jalur perjalanan, kawasan wisata, dan titik aktivitas publik yang ramai selama libur akhir tahun.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa kerja pengawalan ini tetap dilakukan meski bertepatan dengan masa libur.
Pemantauan juga dilakukan di wilayah bencana

Di wilayah yang menghadapi bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat dan Kalimantan Selatan, Balmon juga melakukan pemantauan tambahan.
Upaya ini membantu warga tetap terhubung untuk mengakses informasi dan berkomunikasi dalam kondisi darurat.
“Masyarakat dapat berlibur dengan tetap terhubung, tetap terkoneksi, sehingga dapat melakukan perjalanan dan liburan bersama keluarga dengan tenang dan nyaman,” ujar Meutya.
Koordinasi antar Balmon dilakukan secara nasional selama masa Posko Nataru. Hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan layanan komunikasi pada periode libur besar berikutnya agar manfaatnya terus dirasakan publik.

















