Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

#NW Putin Sebut Serangan Ukraina Sengaja Picu Perpecahan di Rusia

#NW Putin Sebut Serangan Ukraina Sengaja Picu Perpecahan di Rusia
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Council.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Putin menuduh Ukraina sengaja meningkatkan serangan saat Hari Rusia untuk memecah belah rakyat dan menghancurkan ekonomi, namun ia menegaskan rencana itu tidak akan berhasil.
  • Rusia berencana memperkuat pertahanan udara dan melancarkan serangan besar ke infrastruktur Ukraina sebagai balasan atas gempuran terhadap fasilitas minyaknya.
  • Pemerintah Rusia membatalkan pameran udara MAKS-2026 di Moskow karena meningkatnya ancaman serangan drone Ukraina yang terus menyasar wilayah ibu kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin menuding Ukraina berusaha meningkatkan serangan ke negaranya untuk memecah belah saat Hari Rusia. Ia juga menyebut, Ukraina berusaha untuk menghancurkan ekonomi Rusia. 

“Tujuan mereka (Ukraina) adalah memecah belah rakyat Rusia, menyebarkan kebingungan, dan menghancurkan ekonomi Rusia. Namun, mereka tidak akan sukses dengan rencananya itu,” tuturnya, dikutip dari The Moscow Times, Sabtu (13/6/2026). 

Sebelumnya, Rusia sudah mengakui bahwa serangan Ukraina telah berdampak besar pada negaranya. Moskow menyebut, serangan tersebut menimbulkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). 

1. Sebut Rusia harus tingkatkan kapabilitas pertahanan udara

Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)
Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Putin mengakui bahwa serangan Ukraina telah menyebabkan kerusakan ekonomi yang cukup besar di Rusia. Namun, ia memastikan bahwa Rusia mampu memperbaiki semuanya dalam waktu singkat. 

Presiden Rusia itu mengatakan bahwa Moskow harus segera meningkatkan kapabilitas pertahanan udara dari serangan Ukraina. Ia juga membandingkan situasi ini seperti Perang Dunia II ketika Nazi Jerman berusaha merebut teritori Rusia. 

2. Putin berjanji akan tingkatkan serangan ke Ukraina

ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/photofixation)

Pada saat yang sama, Putin mengungkapkan bahwa Rusia akan melancarkan serangan skala besar ke infrastruktur Ukraina. Serangan ini sebagai balasan atas serangan udara bertubi-tubi Ukraina ke infrastruktur minyak Rusia. 

“Rusia akan meningkatkan serangan untuk mencegah militer Ukraina menargetkan infrastruktur sipil di Rusia. Nanti, mereka juga tidak dapat menyelesaikan masalah di negaranya ataupun menghancurkan ekonomi kami,” tuturnya, dikutip dari Kyiv Post.

Putin menyebut bahwa Rusia saat ini sudah menghadapi serangan dari kolektif Barat. Namun, ia memastikan Rusia akan terus melanjutkan serangan di garis depan Ukraina. 

3. Rusia batalkan pameran udara di Moskow imbas serangan drone Ukraina

Pesawat tempur Rusia. (unsplash.com/stepan_konev)
Pesawat tempur Rusia. (unsplash.com/stepan_konev)

Rusia memutuskan untuk membatalkan acara MAKS-2026 yang akan diselenggarakan di lapangan udara Zhukovsky. Padahal, MAKS adalah salah satu pameran udara terbesar di Rusia sejak 1993 dan diselenggarakan 2 tahun sekali. 

Dilansir United24, sejak invasi skala besar ke Ukraina, Rusia sudah menunda penyelenggaraan MAKS selama 3 kali. Pembatalan ini kemungkinan disebabkan tingginya intensitas serangan drone Ukraina ke sejumlah area di Moskow. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More