Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polri Tangkap 3 Bandar Narkoba Diduga Sebab Tewasnya 3 Polisi Katingan
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polri menangkap tiga bandar narkoba bernama Bio, Perie, dan Ramblan alias Busu di Kalimantan Timur, diduga terlibat dalam penyerangan yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan.
  • Ketiga tersangka akan dibawa ke Bareskrim Polri di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan jaringan peredaran narkoba tingkat atas.
  • Peristiwa bermula dari penggerebekan Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei yang berujung bentrokan, menewaskan Ipda Yudhie serta dua anggota lainnya ditemukan meninggal di sungai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tiga orang jahat yang jual narkoba ditangkap polisi karena bikin tiga polisi lain meninggal di Katingan. Namanya Bio, Perie, dan Busu. Mereka sembunyi di Kalimantan Timur tapi akhirnya ketemu dan dibawa ke Jakarta. Sekarang mereka mau diperiksa oleh polisi supaya tahu siapa teman-temannya yang lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap tiga bandar narkoba yang diduga memicu penyerangan dan pembunuhan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan di Katingan, Kalimantan Tengah.

Mereka adalah Bio, Perie dan Ramblan alias Busu. Ketiganya ditangkap tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di bawah pimpinan Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury di beberapa lokasi.

"Benar, ditangkap hari ini di tempat persembunyian mereka di Kalimantan Timur," ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2027).

Eko menjelaskan, ketiganya akan dibawa ke Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan. Mereka bukan hanya bandar, tetapi juga pelaku penyerangan yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan.

"Ketiga tersangka selanjutnya akan diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan dan pengembangan ke jaringan layer atasnya," kata Eko.

Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), mendapat perlawanan hingga berujung maut pada Rabu (1/7/2026) pukul 01.00 WIB.

Tiga polisi gugur setelah dua di antaranya  sempat dilaporkan hilang dalam operasi tersebut. Mereka adalah Ipda Yudhie yang ditemukan meninggal dunia, sementara dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat hilang.

Peristiwa ini bermula ketika 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan yang dipimpin oleh Kasatresnarkoba AKP Affan Effendi melakukan penyelidikan terkait peredaran narkoba jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Tim dibagi menjadi dua. Tim pertama mendatangi rumah target operasi, sementara tim kedua berjaga di dekat sebuah sekolah menengah pertama (SMP) tak jauh di lokasi.

Saat petugas datang sambil memperkenalkan diri ke rumah tersebut, tim berhasil mengamankan target. Namun, seorang laki-laki tiba-tiba membawa parang dan menyerang polisi, tapi bisa diamankan saat itu.

Tak lama kemudian, muncul dua orang laki-laki yang juga membawa parang dan menyerang ke arah Kasat Narkoba AKP Affan. Melihat hal itu, Aiptu Sumaryanto melepaskan tembakan peringatan, tapi pelaku tak mengindahkannya hingga petugas kembali melepaskan tembakan.

Keluarga terduga pelaku juga memprovokasi warga hingga terjadi perlawanan terhadap aparat kepolisian. Dalam kejadian tersebut, seorang anggota polisi Aipda Yudhie dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya yakni Bripda Nopandri dan Aipda Sumaryanto dilaporkan hilang.

Jenazah Bripda Nopandri ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah pada Sabtu (4/7/2026) pukul 15.55 WIB. Sementara itu, Aiptu Sumaryanto juga ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei pada Minggu (5/7/3025) pukul 09.30 WIB.

Curated For You

Editorial Team

Related Article