Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potensi Awan Hujan di Jambi Meluas, Pemerintah Perkuat Modifikasi Cuaca
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah hasil pengawasan menemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada areal yang mereka kelola dengan total luas mencapai 1.511,55 hektare di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. (Dok. Kemenhut)
  • Potensi awan hujan di Jambi diperkirakan meluas pada 10-15 September berdasarkan informasi BMKG.
  • Kementerian Kehutanan menyiapkan penguatan OMC untuk mengantisipasi karhutla dengan memaksimalkan awan hujan yang tersedia.
  • Raja Antoni meminta pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat berpartisipasi mengatasi karhutla di Jambi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (2/9/2026)

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi Ibnu Sulistyono menyampaikan potensi awan hujan dalam Rakor Karhutla di Jambi.

Rabu (2/9/2026)

Raja Antoni menyampaikan bahwa Kementerian Kehutanan menyiapkan penguatan OMC untuk mengantisipasi karhutla.

10-15 September

Peluang munculnya awan hujan diperkirakan mencakup wilayah Jambi secara lebih luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kementerian Kehutanan menyiapkan penguatan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mengantisipasi karhutla.
  • Who?
    Menhut Raja Antoni, BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, BNPB, Gubernur Jambi, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat terlibat.
  • Where?
    Jambi, termasuk sejumlah wilayah yang potensi awan hujannya saat ini masih terbatas.
  • When?
    Peluang awan hujan diperkirakan meluas pada 10-15 September. Keterangan Raja Antoni disampaikan Rabu (2/9/2026).
  • Why?
    Penguatan OMC disiapkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
  • How?
    Setiap potensi awan hujan akan dimaksimalkan melalui OMC, disertai pengecekan hotspot dan fire spot serta partisipasi berbagai pihak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah mau memakai awan hujan di Jambi untuk membantu mengatasi karhutla. Pak Raja Antoni bilang awan hujan sekarang masih sedikit di beberapa tempat. Pada 10-15 September, awannya diperkirakan lebih banyak di Jambi. Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat diminta ikut bersama-sama menjaga keadaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguatan OMC memanfaatkan potensi awan hujan yang tersedia untuk mendukung penanganan karhutla. Keterlibatan Kementerian Kehutanan, BMKG, BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat menunjukkan penanganan juga mencakup pemantauan hotspot serta pengecekan fire spot di Jambi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah lewat Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan penguatan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memaksimalkan potensi awan hujan yang tersedia.

Berdasarkan informasi BMKG, peluang awan hujan di Jambi diperkirakan meluas pada 10-15 September.

“Potensi awan hujan saat ini disebut masih terbatas di sejumlah wilayah Jambi. Namun, pada periode 10-15 September, peluang munculnya awan hujan diperkirakan mencakup wilayah Jambi secara lebih luas,” kata Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Antoni, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2026).

Potensi awan hujan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha (STS) Jambi, Ibnu Sulistyono dalam Rakor Karhutla di Jambi.

Rakor ini dipimpin oleh Menhut Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jambi Al Haris, dihadiri oleh kepala daerah, TNI Polri, Manggala Agni Kemenhut.

1. Raja Juli memastikan setiap potensi awan hujan akan dimaksimalkan

Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Guntung Damar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8/2026). (dok. Kemenhut)

Raja Antoni mengatakan, setiap potensi awan hujan yang tersedia akan dimaksimalkan untuk mendukung penanganan karhutla. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi September yang disebut sebagai periode penting dalam penanganan karhutla.

“Yang paling efektif itu OMC, itu gak ada lawan. Baik itu hujan alami maupun itu OMC, hujan. Karena hanya dengan OMC itu persoalan karhutla dapat diselesaikan,” ujar Raja Antoni.

2. Semua pihak diminta memantau kondisi karhutla di Jambi

Menhut Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8/2026). (dok.Kemenhut)

Raja Antoni juga meminta seluruh pihak tetap memantau kondisi karhutla di Jambi. Dia mengatakan, meski trennya relatif baik, penambahan hotspot tetap perlu diikuti dengan pengecekan untuk memastikan kondisi fire spot.

“Ternyata pagi hari ini bertambah hotspot-nya. Fire spot-nya dicek kembali tadi saya sudah sampaikan pada Kepala BPBD. Relatif ya, relatif oke,” ujar Menhut Raja Antoni.

3. Raja Antoni minta masyarakat berpartisipasi atasi karhutla

Menhut Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8/2026). (dok.Kemenhut)

Raja Antoni juga meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri hingga masyarakat, bersama-sama berpartisipasi mengatasi karhutla.

“Jadi semua saya harap, Pemda, TNI, Polri, termasuk masyarakat, diharapkan bersama-sama berpartisipasi untuk mengatasi persoalan karhutla ini,” kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article