Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hadiri Miss Equality 2026, Arya: Saya Terima Penghargaan Bukan Dukung

Hadiri Miss Equality 2026, Arya: Saya Terima Penghargaan Bukan Dukung
Tokoh Bali dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Arya Wedakarna ketika menerima penghargaan Star Light di acara Miss Equality di Bangkok, Thailand pada 30 Agustus 2026. (www.instagram.com/@aryawedakarna)
  • Arya Wedakarna mengklarifikasi kehadirannya di Miss Equality World 2026 di Bangkok hanya untuk menerima penghargaan sebagai tokoh Hindu dan pariwisata Bali, bukan mendukung ajang tersebut atau mewakili DPD.
  • Arya mengaku tidak mengetahui ajang itu diikuti perempuan transgender. Kehadirannya memicu sorotan, termasuk kritik Bobon Santoso mengenai prioritas aspirasi masyarakat Bali dan pendampingan prajurit TNI AL.
  • Arya menyebut ajudan TNI AL mendampinginya demi keamanan. Ia juga menilai Bali perlu belajar dari Thailand dalam kepastian hukum dan infrastruktur untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Arya Wedakarna, mengklarifikasi kehadirannya di acara Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand pada akhir Agustus lalu untuk menerima penghargaan dari konsorsium pariwisata. Ia pun berada di Negeri Gajah Putih selama tiga hari dan menghadiri berbagai kegiatan, termasuk final pemilihan Miss Equality World 2026 di MGI Hall. Tetapi, pria yang juga merupakan tokoh publik di Bali itu menggarisbawahi, ia tidak memberikan dukungan secara terbuka bagi Miss Equality World 2026.

"Even saya gak memberikan pidato kok. Saya hanya menerima penghargaan saja," ungkap Arya kepada IDN Times lewat telepon, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan, ada lima individu yang menerima penghargaan dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Arya turut membantah hadir di acara tersebut dalam kapasitas sebagai anggota DPD. "Kemarin itu saya diundang atas nama tokoh Hindu dan pariwisata Bali, bukan sebagai senator," katanya.

Kehadiran Arya di acara Miss Equality World 2026 menjadi sorotan publik di Tanah Air. Lantaran Miss Equality World 2026 merupakan ajang kontes kecantikan internasional untuk memilih perempuan transgender tercantik. Ajang kecantikan itu diikuti oleh peserta dari 15 negara, termasuk Indonesia. Kontestan asal Indonesia diwakili oleh Millen Cyrus.

Salah satu protes disampaikan oleh pemengaruh, Bobon Santoso. Ia mempertanyakan tujuan Arya hadir di ajang kecantikan tersebut. Bobon juga menyoroti prajurit TNI yang ikut mendampingi Arya.

"Bali memiliki begitu banyak persoalan dan aspirasi masyarakat yang menunggu diperjuangkan. Namun, yang terlihat justru kehadiran di panggung internasional Miss Equality World. Pertanyaan sederhana, jangan-jangan panggung internasional lebih menarik daripada persoalan di rumah sendiri?" tanya Bobon di akun media sosialnya yang dikutip pada hari ini.

  1. 1. Arya Wedakarna mengaku tak tahu Miss Equality World 2026 diikuti perempuan transgender

    Arya Wedakarna, DPD, Bali
    Tokoh Bali dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Arya Wedakarna (tengah) ketika menerima penghargaan Star Light di acara Miss Equality di Bangkok, Thailand pada 30 Agustus 2026. (www.instagram.com/@aryawedakarna)

    Lebih lanjut, Arya mengaku sama sekali tidak tahu apa Miss Equality World 2026. Ia mengatakan, hanya memenuhi undangan dan menonton jalannya acara.

    "Saya hanya denger dan nonton. Tapi, saya gak tahu kalau itu pemilihan Miss tentang transgender," kata Arya.

    Meski begitu, Arya menyadari acara tersebut tidak terlalu dipermasalahkan oleh otoritas setempat lantaran Pemerintah Thailand sudah terbuka dan mengakui secara resmi transgender. Selain itu, otoritas di Thailand mengakui lebih dari dua gender, termasuk biner.

    Ketika ditanya tanggapannya soal kehadirannya di Miss Equality World yang memicu kontroversi, Arya menyikapinya biasa-biasa saja. Ia menyebut, datang ke sana untuk menjalankan tugasnya dibidang pariwisata.

    "Kalau mengenai kontroversi, kan biasa-biasa saja dan sebagai tokoh Hindu, ya namanya diundang ya sudah datang saja," tutur dia.

    Arya menambahkan, acara lain yang dihadirinya yakni mengunjungi tempat ibadah umat Budha, wihara, serta tempat berdoa umat Hindu, Pura Siwa.

  2. 2. Prajurit TNI AL yang ikut hadir merupakan ajudan Arya Wedakarna

    Arya Wedakarna, Bali, Miss Equality
    Ajudan Arya Wedakarna (kanan) dari unsur TNI Angkatan Laut (AL) yang ikut mendampingi hadir di acara Miss Equality 2026. (www.instagram.com/@aryawedakarna)

    Arya pun membenarkan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang ikut hadir di acara Miss Equality World 2026 merupakan ajudannya. Ajudan tersebut, kata Arya, memang harus melekat ke dirinya.

    Ia menjelaskan, perlu didampingi ajudan lantaran kondisi Thailand yang dinilai masih rawan. Apalagi Thailand terlibat perang terbuka dengan Kamboja. Selain itu, pada akhir Agustus 2026 terjadi insiden ledakan bom dan pembakaran yang disengaja di Thailand bagian selatan.

    "Ajudan saya kan memang melekat ke saya. Itu kan memang ajudan BKO (Bawah Kendali Operasi). Dan ada dua ajudan yang mendampingi saya. Mereka memang menggunakan pakaian dinas karena kan mempertimbangkan faktor keamanan ya. Apalagi Thailand masih terlibat perang terbuka dengan Kamboja dan sempat ada insiden peledakan," ujar Arya.

    "Itu memang ajudan resmi dan bertugas menjaga keselamatan saya," imbuhnya.

  3. 3. Bali harus belajar dari Thailand untuk menarik lebih banyak turis mancanegara

    salah satu kafe di sekitar Canggu (dok.pribadi/Natalia Indah)
    salah satu kafe di sekitar Canggu (dok.pribadi/Natalia Indah)

    Di sisi lain, Arya mengakui jumlah kunjungan turis mancanegara ke Thailand jauh lebih tinggi dibandingkan ke Pulau Dewata. Pada 2025, kunjungan turis mencapai 30 juta ke Negeri Gajah Putih. Sedangkan, Bali dikunjungi 7 juta turis.

    Ada beberapa faktor yang menyebabkan Thailand lebih menarik dibandingkan Bali. Pertama, kata Arya, kepastian hukum. Dengan sistem pemerintahan monarki konstitusional dan dipimpin militer, Thailand memiliki sistem hukum lebih baik.

    "Karena sistemnya terpusat pada militer sehingga orang menjadi disiplin," kata Arya.

    Kedua, infrastruktur di Thailand tergolong baik. Mulai dari kondisi jalan, trotoar hingga transportasi umum tergolong nyaman.

    "Jadi, tidak seperti di Bali banyak jambret, macet, sampah dan banjir. Padahal, musim hujan di Thailand, intensitas hujan jauh lebih tinggi," tutur dia.

    Tetapi, ia mengaku optimistis Bali bisa mengejar kemajuan infrastruktur seperti di Thailand. Salah satu langkah nyata untuk menyediakan transportasi umum yakni sudah ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Bali dengan KAI.

    "Kan nanti mau dibangun LRT dari airport menuju ke Canggu," katanya.

    Selain itu, rencana infrastruktur lainnya yang segera diwujudkan antara lain water taxi dari bandara menuju ke Canggu, pembangunan lingkar jalan tol hingga pembangunan bandara baru.

    "Jadi, saya optimistis lah di pemerintahan Bapak Prabowo Subianto akan ada banyak pembangunan infrastruktur. Saya akan kawal itu," tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More