Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo: Di Sini Patuh Sama Kiai, Kalau di Istana Kiai Patuh Sama Saya
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang digelar di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil (Youtube.com/NU Online)
  • Presiden Prabowo Subianto berseloroh soal hubungan ulama dan umaro saat menutup Munas dan Konbes NU 2026 di Bangkalan, menekankan pentingnya persatuan untuk bangsa.
  • Prabowo mengungkapkan rasa nyaman berada di lingkungan Nahdlatul Ulama serta apresiasi atas sambutan hangat yang diterimanya dari para kiai dan warga NU.
  • Ia menegaskan kedekatan personal dengan keluarga besar NU sejak kecil serta memuji karakter NU yang religius, nasionalis, dan patriotik dalam menjaga semangat kebangsaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
23 Juni 2026

Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur. Dalam pidatonya, ia berseloroh tentang hubungan antara ulama dan umaro serta menyatakan kedekatannya dengan keluarga besar NU.

sejak kecil

Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah mengenal lingkungan Nahdlatul Ulama sejak kecil karena bertetangga dengan keluarga Gus Dur di Jakarta dan memiliki garis keturunan dari NU melalui eyang putrinya.

kini

Prabowo menegaskan rasa nyaman dan aman berada di tengah keluarga besar NU serta memuji karakter nasionalis dan patriotik organisasi tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang menyinggung hubungan antara ulama dan umaro dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama 2026.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih, para kiai, serta pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hadir dalam acara tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur.
  • When?
    Acara digelar pada Selasa, 23 Juni 2026, saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU.
  • Why?
    Pernyataan disampaikan sebagai bagian dari pidato Prabowo untuk menegaskan kedekatan dan sinergi antara pemerintah dengan kalangan ulama serta keluarga besar Nahdlatul Ulama.
  • How?
    Prabowo berpidato secara terbuka di hadapan peserta Munas-Konbes NU, menyapa para kiai dan pejabat kabinet sebelum melontarkan pernyataan bernada humor tentang hubungan ulama dan umaro.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Prabowo datang ke acara besar NU di Jawa Timur. Di sana banyak kiai dan orang penting. Prabowo bilang dia patuh sama kiai, tapi kalau di istana nanti kiai patuh sama dia, supaya kerja bareng buat negara. Dia cerita senang ada di tengah orang NU karena sejak kecil sudah kenal keluarga NU dan merasa nyaman bersama mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Presiden Prabowo Subianto berseloroh tentang hubungan antara ulama dan umaro saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Mulanya, Prabowo menyapa jajaran Kabinet Merah Putih serta para petinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Setelah itu, Prabowo menanyakan apakah pidatonya boleh lanjut atau tidak. Setelah hadirin yang mayoritas kiai menjawab, Prabowo pun melanjutkan pidatonya.

“Boleh lanjut? Harus patuh sama kiai, kalau di sini. Di istana, nanti kiai patuh sama saya. Itu namanya ulama sama umaro bersatu untuk negara dan bangsa,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyampaikan kedekatannya dengan lingkungan Nahdlatul Ulama. Dia mengaku nyaman saat berada di lingkungan NU.

“Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Nyaman dan aman, merasa aman. Sambutan yang demikian besar kepada saya,” ujar dia.

Prabowo mengaku sudah dekat secara personal dan historisnya dengan keluarga besar NU. Prabowo mengatakan, sejak kecil dia telah memiliki hubungan dengan lingkungan yang dekat dengan tokoh-tokoh NU.

“Masalahnya, saya kenal keluarga besar Nahdlatul Ulama dari sejak kecil karena dulu saya tetangganya keluarga Gus Dur di Jakarta dan eyang putri saya memang dari NU,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, NU memiliki karakter yang khas sebagai organisasi keagamaan yang tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga memiliki orientasi kebangsaan yang kuat.

“Dan juga ada satu ciri khas yang saya dari dulu perhatikan bahwa Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta tanah air. Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik,” ucap dia.

Editorial Team

Related Article