Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ukraina Luncurkan Operasi 40 Hari Tekan Rusia Akhiri Perang

Ukraina Luncurkan Operasi 40 Hari Tekan Rusia Akhiri Perang
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine, CC0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Presiden Zelenskyy meluncurkan operasi SBU selama 40 hari untuk menekan Rusia agar mau berunding damai, dengan fokus pada serangan drone ke infrastruktur minyak dan logistik Rusia.
  • Zelenskyy menyatakan kesiapannya bertemu Putin demi mengakhiri perang, namun menegaskan Rusia juga harus mengambil langkah nyata menuju perdamaian yang adil bagi Ukraina.
  • Pemerintah Ukraina memperluas sanksi terhadap industri pertahanan Rusia, menargetkan 67 individu dan entitas yang terlibat dalam produksi serta dukungan militer bagi Moskow.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada Jumat (26/6/2026), meluncurkan operasi Badan Keamanan Ukraina (SBU) selama 40 hari untuk menekan Rusia. Langkah ini untuk mendesak Rusia menyetujui perundingan perdamaian dengan Ukraina. 

Operasi ini sebagai lanjutan serangan Ukraina di infrastruktur minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Serangan drone Ukraina disebut mampu menyebabkan kerusakan kilang minyak dan berimbas pada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). 

1. Operasi SBU berfungsi merusak logistik dan infrastruktur ekonomi Rusia

ilustrasi kilang minyak
ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/@bfenton_photo)

Zelenskyy mengatakan bahwa operasi drone Ukraina yang dilakukan SBU berfungsi merusak logistik dan infrastruktur ekonomi Rusia. Dengan ini, diharapkan arah perang Rusia-Ukraina akan berubah. 

“SBU sudah menunjukkan indikator tertinggi dalam melindungi posisi Ukraina di garis depan dalam beberapa bulan terakhir berkat penggunaan sejumlah tipe drone. Operasi Khusus Terpusat (SOC) Alpha menjadi pemimpin dalam merusak peralatan tempur musuh,” ungkapnya, dilansir dari United24.

Sebelumnya, Ukraina juga menemukan dokumen internal Rusia yang menunjukkan adanya masalah besar di wilayah dudukan. Masalah itu termasuk krisis di Krimea dalam sepekan terakhir. 

2. Zelenskyy sebut Rusia harus mengambil langkah perdamaian

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)

Zelenskyy mengungkapkan kesiapannya untuk bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina. Namun, ia menekankan bahwa Rusia juga harus mengambil langkah dalam mewujudkan perdamaian. 

“Pasukan Ukraina membuktikan setiap hari kekuatannya dan bagaimana presisinya. Sanksi dari Ukraina berupa serangan jarak jauh dan jarak menengah sudah diimplementasikan dengan baik. Ini adalah respons kepada Rusia atas perang yang dimulainya dan ini harus berakhir,” terang Zelenskyy. 

Tak lupa, presiden Ukraina keenam itu berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dalam mendesak Rusia. Ia pun berterima kasih kepada pihak yang sudah ikut membantu Ukraina mempertahankan negaranya. 

3. Ukraina lanjutkan sanksi ke industri pertahanan Rusia

ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/photofixation)

Pada saat yang sama, Zelenskyy mengumumkan kelanjutan sanksi kepada industri pertahanan Rusia dan pembatasan kepada kolaborator Rusia. Sanksi baru ini menyasar 67 individu dan entitas hukum yang mendukung serangan Rusia ke Ukraina. 

Dilansir Ukrinform, putusan ini meliputi sanksi kepada perusahaan dan pendirinya yang memproduksi dan memodernisasi persenjataan Rusia. Termasuk perakitan drone dan sistem pertukaran data untuk negara musuh serta menyediakan layanan penerbangan ke Rusia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More