Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cuaca Panas Ekstrem, Vietnam Imbau Warga Hemat Listrik

Cuaca Panas Ekstrem, Vietnam Imbau Warga Hemat Listrik
Bendera Vietnam (unsplash.com/Sam Williams)
Intinya Sih
  • Vietnam menghadapi lonjakan konsumsi listrik hingga rekor 58,46 gigawatt akibat cuaca panas ekstrem di atas 40 derajat Celsius yang mengancam kestabilan jaringan nasional.
  • Pemerintah dan EVN mengimbau warga serta industri untuk hemat energi dengan menjaga suhu AC minimal 26 derajat Celsius dan mengurangi penggunaan alat berdaya besar.
  • Untuk menutup kekurangan daya, Vietnam meningkatkan impor listrik, memaksimalkan operasi pembangkit dalam negeri, dan menyiapkan aturan efisiensi energi jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perusahaan listrik negara Vietnam, Electricity of Vietnam (EVN), meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk menghemat pemakaian energi pada Kamis (25/6/2026). Langkah darurat ini diambil untuk mengurangi tekanan pada jaringan listrik nasional akibat lonjakan pemakaian selama cuaca panas ekstrem.

Kenaikan suhu telah mendorong konsumsi listrik harian di berbagai daerah menyentuh angka tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah setempat khawatir sistem transmisi akan kelebihan beban jika pemakaian energi tidak segera diturunkan secara besar-besaran.

1. Konsumsi listrik cetak rekor baru 58,46 gigawatt

Suhu di sejumlah wilayah Vietnam diperkirakan menembus lebih dari 40 derajat Celsius. Keadaan ini membuat pemakaian alat pendingin ruangan oleh warga melonjak drastis dan mengancam kestabilan jaringan listrik utama.

Puncak permintaan listrik nasional tercatat mencapai angka baru, yaitu 58,46 gigawatt pada Rabu (24/6/2026). Tingginya angka ini memaksa pemerintah segera mencari pasokan tambahan darurat agar sistem tidak sampai gagal berfungsi.

Selain mengganggu sektor energi, cuaca yang semakin tidak menentu ini juga berpotensi menghambat kegiatan ekonomi harian warga.

"Suhu rata-rata nasional pada bulan Juni biasanya berada 0,5 hingga 1 derajat Celsius di atas rata-rata suhu jangka panjang," kata Nguyen Duc Hoa, pejabat dari Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional Vietnam, dilansir The Star.

2. Industri dan rumah tangga diminta atur suhu AC

Untuk mencegah pemadaman bergilir yang bisa merugikan sektor pabrik dan industri, EVN meminta semua konsumen untuk ikut serta menghemat listrik. Langkah ini dinilai sangat penting untuk menjaga tegangan listrik tetap stabil di seluruh negeri.

Warga diimbau untuk mengatur suhu pendingin ruangan (AC) tidak lebih rendah dari 26 derajat Celsius. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk lebih banyak memakai ventilasi udara alami dan mengurangi pemakaian alat elektronik berdaya besar pada jam-jam sibuk.

Pola hidup hemat energi seperti ini terbukti bisa menjaga cadangan daya nasional sekaligus menekan biaya listrik bulanan warga. Penghematan sekitar dua persen dari total konsumsi bahkan disebut bisa mengurangi kebutuhan investasi untuk membangun pembangkit listrik baru.

"Sebaiknya masyarakat mengatur suhu pendingin ruangan di kisaran 26 derajat Celsius agar tetap nyaman dan sekaligus menghemat listrik," ujar Ngo Son Hai, Deputi Direktur Jenderal Electricity of Vietnam, dilansir Lao Dong.

3. Vietnam tingkatkan impor listrik

Sebagai jalan keluar cepat untuk menutupi kekurangan daya di dalam negeri, Vietnam mulai menambah jumlah listrik yang dibeli dari negara-negara tetangga. Upaya mencari sumber energi dari luar ini sangat mendesak agar pasokan ke kawasan industri penting tetap aman di tengah menurunnya air di bendungan-bendungan pembangkit.

Di saat yang sama, pemerintah juga memerintahkan semua pembangkit listrik di dalam negeri untuk beroperasi penuh. Pengoperasian maksimal ini meliputi pembangkit bertenaga batu bara dan optimalisasi turbin gas dengan pengawasan ketat supaya tidak terjadi kerusakan teknis.

Untuk rencana jangka panjang, pemerintah Vietnam sedang menyusun undang-undang efisiensi energi yang lebih ketat bagi sektor industri. Aturan ini diharapkan bisa mendorong peralihan ke energi yang lebih ramah lingkungan serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

"Penghematan energi, terutama penghematan listrik, akan tetap menjadi prioritas utama kami di tahun-tahun mendatang," tegas Dang Hai Dung, pejabat dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More