Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Tuding Iran Serang Kapal yang Berlayar di Selat Hormuz

Trump Tuding Iran Serang Kapal yang Berlayar di Selat Hormuz
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump menuduh Iran meluncurkan empat drone menyerang kapal kargo di Selat Hormuz, meski sebelumnya sudah diperingatkan untuk tidak melakukan aksi militer di wilayah tersebut.
  • Pusat Komando dan Informasi Keamanan Maritim Inggris membenarkan adanya serangan drone terhadap kapal asal Singapura, tanpa menyebut pelaku, serta memastikan tidak ada korban jiwa namun kapal mengalami kerusakan.
  • Sebagai respons, Trump memerintahkan serangan balasan ke fasilitas penyimpanan drone dan rudal Iran, yang dinilai melanggar kesepakatan damai 14 Juni tentang larangan serangan di Selat Hormuz.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuduh Iran telah meluncurkan serangan udara ke kapal kargo yang sedang berlayar di Selat Hormuz. Menurut Trump, Iran meluncurkan serangan menggunakan empat drone ke kapal yang sedang berlayar di selat tersebut. Padahal, Trump sudah mewanti-wanti Iran untuk jangan melakukan serangan apa pun di Selat Hormuz.

“Republik Islam Iran (telah) meluncurkan setidaknya empat pesawat tidak berawak serang satu arah ke kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kami menembak jatuh tiga drone lainnya,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Jumat (26/6/2026), seperti dikutip Jerusalem Post.  

1. Inggris membenarkan ada kapal di Selat Hormuz yang terkena serangan drone

Bendera Inggris sedang berkibar.
potret bendera Inggris (pexels.com/Shola Pixel)

Serangan drone yang menyasar kapal di Selat Hormuz seperti yang disebut Trump tadi dibenarkan oleh Pusat Komando dan Informasi Keamanan Maritim Inggris (UKMTO). UKMTO menjelaskan, serangan itu menimpa kapal kargo asal Singapura pada Kamis (25/6/2026). Namun, mereka tidak menyebut serangan itu dilakukan oleh Iran. 

UKMTO menambahkan, sejauh ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangan ke kapal tersebut. Kendati demikian, kapal itu mengalami kerusakan usai kena hantam drone. Namun, tidak dijelaskan bagian mana saja yang mengalami kerusakan.  

2. Trump membalas serangan Iran di Selat Hormuz

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Geram dengan serangan Iran, Trump akhirnya mengambil langkah tegas. Ia langsung memerintahkan pasukan militer AS untuk melakukan serangan balasan ke Iran. Berdasarkan keterangan Komando Tengah (CENTCOM) AS, serangan itu ditargetkan ke situs penyimpanan drone dan rudal milik Iran pada Jumat.  

“Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran jelas melanggar gencatan senjata. Selain itu, perilaku berbahaya Iran telah merusak kebebasan navigasi karena perdagangan semakin banyak mengalir melalui koridor perdagangan internasional yang vital,” bunyi pernyataan resmi CENTCOM dilansir CNBC.

3. Iran dilarang melakukan serangan apa pun di Selat Hormuz

Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz.
Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/MC2 Indra Beaufort)

Dalam kesepakatan damai dengan AS yang sudah disetujui pada 14 Juni lalu, Iran sebetulnya sudah dilarang untuk melakukan serangan apa pun di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kebebasan berlayar di salah satu jalur perdagangan global tersebut. 

“Jika mereka memiliki perbedaan pendapat tentang bagaimana MOU tersebut diterapkan, mereka dapat menghubungi melalui telepon. Namun, kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” ujar Wakil Presiden AS, J.D. Vance, dalam sebuah unggahan di X merespons serangan Iran di Selat Hormuz.

Serangan drone terhadap kapal di Selat Hormuz ini akan mengancam kesepakatan damai AS dan Iran. Sebab, serangan ini akan memicu perang di antara kedua negara kembali pecah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More