“Republik Islam Iran (telah) meluncurkan setidaknya empat pesawat tidak berawak serang satu arah ke kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kami menembak jatuh tiga drone lainnya,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Jumat (26/6/2026), seperti dikutip Jerusalem Post.
Trump Tuding Iran Serang Kapal yang Berlayar di Selat Hormuz

- Donald Trump menuduh Iran meluncurkan empat drone menyerang kapal kargo di Selat Hormuz, meski sebelumnya sudah diperingatkan untuk tidak melakukan aksi militer di wilayah tersebut.
- Pusat Komando dan Informasi Keamanan Maritim Inggris membenarkan adanya serangan drone terhadap kapal asal Singapura, tanpa menyebut pelaku, serta memastikan tidak ada korban jiwa namun kapal mengalami kerusakan.
- Sebagai respons, Trump memerintahkan serangan balasan ke fasilitas penyimpanan drone dan rudal Iran, yang dinilai melanggar kesepakatan damai 14 Juni tentang larangan serangan di Selat Hormuz.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuduh Iran telah meluncurkan serangan udara ke kapal kargo yang sedang berlayar di Selat Hormuz. Menurut Trump, Iran meluncurkan serangan menggunakan empat drone ke kapal yang sedang berlayar di selat tersebut. Padahal, Trump sudah mewanti-wanti Iran untuk jangan melakukan serangan apa pun di Selat Hormuz.
1. Inggris membenarkan ada kapal di Selat Hormuz yang terkena serangan drone

Serangan drone yang menyasar kapal di Selat Hormuz seperti yang disebut Trump tadi dibenarkan oleh Pusat Komando dan Informasi Keamanan Maritim Inggris (UKMTO). UKMTO menjelaskan, serangan itu menimpa kapal kargo asal Singapura pada Kamis (25/6/2026). Namun, mereka tidak menyebut serangan itu dilakukan oleh Iran.
UKMTO menambahkan, sejauh ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangan ke kapal tersebut. Kendati demikian, kapal itu mengalami kerusakan usai kena hantam drone. Namun, tidak dijelaskan bagian mana saja yang mengalami kerusakan.
2. Trump membalas serangan Iran di Selat Hormuz

Geram dengan serangan Iran, Trump akhirnya mengambil langkah tegas. Ia langsung memerintahkan pasukan militer AS untuk melakukan serangan balasan ke Iran. Berdasarkan keterangan Komando Tengah (CENTCOM) AS, serangan itu ditargetkan ke situs penyimpanan drone dan rudal milik Iran pada Jumat.
“Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran jelas melanggar gencatan senjata. Selain itu, perilaku berbahaya Iran telah merusak kebebasan navigasi karena perdagangan semakin banyak mengalir melalui koridor perdagangan internasional yang vital,” bunyi pernyataan resmi CENTCOM dilansir CNBC.
3. Iran dilarang melakukan serangan apa pun di Selat Hormuz
Dalam kesepakatan damai dengan AS yang sudah disetujui pada 14 Juni lalu, Iran sebetulnya sudah dilarang untuk melakukan serangan apa pun di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kebebasan berlayar di salah satu jalur perdagangan global tersebut.
“Jika mereka memiliki perbedaan pendapat tentang bagaimana MOU tersebut diterapkan, mereka dapat menghubungi melalui telepon. Namun, kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” ujar Wakil Presiden AS, J.D. Vance, dalam sebuah unggahan di X merespons serangan Iran di Selat Hormuz.
Serangan drone terhadap kapal di Selat Hormuz ini akan mengancam kesepakatan damai AS dan Iran. Sebab, serangan ini akan memicu perang di antara kedua negara kembali pecah.















