Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo meresmikan groundbreaking atau peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis (16/7/2026). Mengawali pidatonya, Presiden Prabowo meminta maaf karena meresmikan LNG Masela secara daring.
"Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung, tapi karena ada berbagai acara yang saya tidak bisa tinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video conferece, ini tanpa mengurangi hormat," ujar Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/7/2026).
Prabowo mengatakan, batalnya hadir di Maluku merupakan utang untuk masyarakat. Oleh karena itu, Prabowo bertekad akan membayar utang kehadiran tersebut.
"Tentunya ini merupakan utang saya kepada masyarakat Maluku. Insyaallah saya akan melunasi utang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi," kata dia.
Prabowo menyebut, proyek LNG Masela sudah direncanakan sejak 1998. Namun, proyek tersebut baru mulai dibangun pada 2026.
"Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting. Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan, dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," ucap dia.
Menurut Prabowo, Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam. Oleh karena itu, pemerintah harus bisa mengelola sumber daya alam tersebut agar bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Indonesia.
