Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo: Pembangunan Ekonomi Jangan Hanya Sekadar Angka Statistik
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Peringatan Pancasila 2026 yang digelar di Kemenlu RI pada Senin (1/6/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi harus berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat, bukan sekadar angka statistik.
  • Ia menyoroti pentingnya pemenuhan gizi anak, perhatian bagi nelayan dan petani, serta penghasilan layak bagi pekerja Indonesia.
  • Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia' sebagai simbol persatuan dan perdamaian global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden Prabowo bicara di acara Hari Pancasila. Ia bilang pembangunan ekonomi harus bikin hidup orang jadi lebih baik, bukan cuma angka di kertas. Ia mau anak-anak makan bergizi, nelayan dan petani dibantu, dan pekerja punya penghasilan yang cukup. Sekarang semua orang diajak kerja sama supaya Indonesia makin adil dan damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyoroti upaya pembangunan Indonesia agar tidak hanya sebatas angka-angka statistik, melainkan secara riil harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat luas.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pancasila di Gedung Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta, Senin (1/6/2026).

"Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik, pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo meminta agar anak-anak Indonesia terus mendapatkan gizi yang layak. Nelayan sebagai produsen protein harus mendapatkan perhatian pemerintah.

Kepala Negara juga meminta agar para petani memperoleh pupuk yang tepat waktu. Ia mengatakan, ekonomi Indonesia ke depan tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja. Selain itu, ia juga mengingatkan, agar pekerja Indonesia harus mendapatkan kesempatan penghidupan dan penghasilan yg layak.

“Tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja, sudah terlalu lama harga berbagai kekayaan alam kita ditentukan pihak lain, ditentukan di negara lain,” ujar Kepala Negara.

Sebelumnya, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menyampaikan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Tema ini menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia. Peringatan bersejarah ini akan menggunakan logo resmi lambang negara, Garuda Pancasila.

Editorial Team

Related Article