Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo: Saya Pangkas Pemborosan 18 Miliar Dolar AS Mengalir ke Koruptor
Presiden Prabowo Subianto (dok. Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan telah memangkas pemborosan APBN sebesar 18 miliar dolar AS yang sebelumnya banyak mengalir ke pejabat korup.
  • Prabowo menyoroti rasio pajak Indonesia yang masih terendah di antara negara G20, hanya sekitar 11–12 persen dari PDB, jauh di bawah rata-rata G20.
  • Ia bertekad menutup kebocoran anggaran dan memperingatkan bahwa perubahan kebijakan bisa mengganggu kebiasaan lama demi kepentingan jangka panjang negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengakui banyak pengeluaran yang tidak perlu pada pengelolaan APBN. Prabowo menyampaikan, pada 2025, sudah memangkas pemborosan anggaran sebesar 18 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

"Anggaran kami banyak sekali pengeluaran yang boros. Itulah sebabnya, pada awal tahun 2025, saya memangkas pemborosan sebesar 18 miliar dolar AS, uang yang mengalir ke kantong pejabat korup alih-alih melayani rakyat," ujar dalam wawancara khusus bersama atlantico.fr, dikutip Senin (8/6/2026).

1. Prabowo sebut rasio pajak Indonesia terendah di antara negara G20

Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 pada Senin (1/6/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan, rasio pajak Indonesia menjadi yang terendah di antara negara G20. Menurutnya, itu lebih rendah daripada Thailand dan Malaysia.

"Dari sisi pendapatan, Anda benar. Untuk waktu yang lama, Indonesia memiliki rasio pajak terhadap PDB terendah di antara negara-negara G20, sekitar 11–12 persen. Itu lebih rendah dari Thailand, Malaysia, dan banyak tetangga kita. Rata-rata G20 mendekati 30 persen," kata dia.

2. Prabowo ingin tutup kebocoran anggaran

Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 pada Senin (1/6/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Oleh karena itu, Prabowo bertekad untuk menutup kebocoran anggaran negara. Tujuannya, agar anggaran bisa digunakan dengan baik oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Sebagai contoh, kita telah menderita kerugian lebih dari 900 miliar dolar AS dari praktik under-invoicing (faktur rendah). Tanpa kerugian tersebut, ekonomi kita tidak hanya bernilai 1,5 triliun dolar AS, tetapi akan mendekati 2,4 triliun dolar AS," kata dia.

3. Perubahan kebijakan bisa saja mengganggu kebiasaan

Presiden Prabowo Subianto (dok. Sekretariat Presiden)

Lebih lanjut, Prabowo mengakui, kebijakan yang dibuatnya bisa saja mengganggu kebiasaan kelompok tertentu.

"Beberapa perubahan yang kami perkenalkan mungkin mengganggu kebiasaan yang sudah mapan dalam jangka pendek, tetapi itu demi kepentingan jangka panjang negara," imbuhnya.

Editorial Team

Related Article