Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

LPEM FEB UI Ungkap Lulusan Pendidikan Tinggi Lebih Lama Dapat Kerja

LPEM FEB UI Ungkap Lulusan Pendidikan Tinggi Lebih Lama Dapat Kerja
Para pelamar kerja atau pencari kerja mendatangi Job Fair NTT 2026 di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Laporan LPEM FEB UI menunjukkan lulusan pendidikan tinggi di Indonesia rata-rata butuh hampir 20 bulan untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus, lebih lama dibandingkan lulusan berpendidikan menengah ke bawah.
  • Salah satu penyebabnya adalah banyaknya peluang kerja bagi lulusan pendidikan menengah ke bawah, terutama di sektor kerah biru yang tidak memerlukan kualifikasi khusus.
  • Laporan juga mencatat ketidaksesuaian antara jurusan dan pekerjaan, serta ekspektasi gaji tinggi membuat lulusan pendidikan tinggi lebih lama mendapatkan pekerjaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Lulusan pendidikan tinggi di Indonesia tercatat membutuhkan waktu lebih lama untuk memperoleh pekerjaan dibandingkan kelompok pendidikan yang lebih rendah.

Laporan tersebut menggunakan data Sakernas Agustus 2025 untuk mengukur durasi pencarian kerja, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan atau memulai usaha setelah menyelesaikan pendidikan terakhir.

“Namun, di Indonesia, lulusan pendidikan tinggi justru sering membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan mereka yang berpendidikan lebih rendah,” tulis LPEM FEB UI dalam Transisi Tenaga Kerja di Indonesia: Profil dan Gambaran Durasi Pencarian Kerja – Labor Market Brief Mei 2026.

Analisis ini dilakukan terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas yang memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan terakhir. Mereka yang sudah bekerja sebelum lulus maupun yang belum mendapatkan pekerjaan hingga saat ini tidak termasuk dalam cakupan analisis.

1. Butuh sekitar 20 bulan untuk dapat pekerjaan

WhatsApp Image 2025-11-03 at 10.36.07 (1).jpeg
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Job Fair Penyandang Disabilitas Tahun 2025 di TIM, Senin (3/11/2025). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Secara nasional, rata-rata orang Indonesia membutuhkan 19,8 bulan atau hampir 20 bulan untuk mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan terakhir.

Dalam kelompok generasi 1990-2000, lulusan S1 hingga S3 membutuhkan rata-rata 18,28 bulan untuk memperoleh pekerjaan. Sementara itu, lulusan diploma pada kelompok generasi yang sama membutuhkan 15,25 bulan.

2. Luasnya pekerjaan bagi kerah biru

Sejumlah pencari kerja mengantre di stan perusahaan pada Job Fair NTT 2026 di Kupang dengan papan informasi lowongan kerja terlihat di depan.
Para pelamar kerja atau pencari kerja mendatangi Job Fair NTT 2026 di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

LPEM FEB UI menyebut salah satu alasan yang memengaruhi kondisi tersebut adalah luasnya pilihan pekerjaan bagi lulusan pendidikan menengah ke bawah.

“Salah satu alasannya, lulusan berpendidikan menengah ke bawah memiliki pilihan pekerjaan yang lebih luas karena banyak pekerjaan tidak mensyaratkan kualifikasi khusus, terutama pada pekerjaan kerah biru (blue collar),” tulis laporan tersebut.

3. Banyak yang tak sesuai jurusan

Suasana ramai para pencari kerja mengisi formulir dan menyerahkan berkas lamaran di acara Job Fair NTT 2026 di Kupang.
Para pelamar kerja atau pencari kerja mendatangi Job Fair NTT 2026 di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Selain tingkat pendidikan, laporan itu juga menyoroti faktor kesesuaian jurusan dengan pekerjaan. Rata-rata durasi pencarian kerja bagi mereka yang bekerja tidak sesuai jurusan tercatat 17,07 bulan, sedangkan mereka yang bekerja sesuai jurusan membutuhkan 16,68 bulan.

“Hubungan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja belum sepenuhnya selaras," tulus LPEM FEB UI.

Laporan tersebut juga mencatat ekspektasi terhadap jenis pekerjaan dan tingkat gaji yang lebih tinggi dapat membuat lulusan pendidikan tinggi membutuhkan waktu lebih lama untuk memperoleh pekerjaan

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More