Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Istana Respons Ultimatum BEM SI soal Rupiah: Itu Bukan Pekerjaan Mudah

Istana Respons Ultimatum BEM SI soal Rupiah: Itu Bukan Pekerjaan Mudah
Ilustrasi uang rupiah dan dampak ekonomi. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pemerintah melalui Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan telah bekerja keras menangani pelemahan rupiah dan menerima aspirasi BEM SI sebagai masukan untuk memperkuat kebijakan ekonomi nasional.
  • Prasetyo menyebut pemulihan ekonomi bukan hal mudah karena banyak faktor memengaruhi, namun pemerintah optimistis koordinasi antarinstansi dapat mempercepat penyelesaian masalah ekonomi.
  • BEM SI Jawa Tengah memberi ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah dan mengancam aksi lanjutan jika tuntutan tidak dipenuhi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan pihaknya menerima aspirasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Jawa Tengah, soal ultimatum kepada pemerintah untuk menguatkan nilai tukar rupiah. Dia mengatakan pemerintah saat ini sudah bekerja dengan sangat keras untuk mengatasi permasalahan ekonomi.

"Ya, tentunya kami menerima apa namanya, aspirasi tersebut ya, sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah, dan beberapa hari ini ya saudara saksikan bahwa kita juga betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita," kata dia saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

1. Bukan pekerjaan mudah

Istana Tanggapi Ultimatum BEM SI soal Batas Waktu Atasi Rupiah Anjlok
Mensesneg RI, Prasetyo Hadi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Prasetyo mengatakan, mengatasi permasalahan ekonomi, termasuk nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini, bukan pekerjaan yang mudah. Sebab banyak faktor yang mempengaruhi. Namun, pemerintah mengaku optimistis dengan kerja sama yang erat seluruh instansi, permasalahan ekonomi bisa segera diselesaikan.

"Dan itu memang tentu tidak mudah, tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, tapi sekali lagi kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan ini," ungkapnya.

2. Tidak segala sesuatu bisa dicapai dengan tenggat waktu yang ditetapkan

Istana Tanggapi Ultimatum BEM SI soal Batas Waktu Atasi Rupiah Anjlok
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Saat ditanya soal tenggat waktu 18 hari yang diberikan BEM SI, Prasetyo pun mengaku tidak semua permasalahan bisa selesai sesuai tenggat waktu yang diberikan. Ia lantas mengapresiasi semangat dan kepedulian mahasiswa terhadap pemerintah.

"Ya kan, mohon maaf ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Kan tidak, tidak, tidak semuanya bisa, bisa seperti itu. Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini kan adalah, semangatnya itu lho. Semangatnya untuk kita sama-sama bekerja keras terutama di sektor ekonomi ya," ucap dia.

3. Ultimatum BEM SI

Istana Tanggapi Ultimatum BEM SI soal Batas Waktu Atasi Rupiah Anjlok
Demo BEM SI terkait satu tahun Prabowo-Gibran di kawasan Monas, Jakarta, Senin (20/10/2025). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu)

Sebelumnya, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Tengah menyampaikan ultimatum berupa tenggat 18 hari kepada pemerintah, untuk memperbaiki nilai tukar rupiah. Tuntutan tersebut disampaikan saat demonstrasi di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.

Mereka menegaskan, jika ultimatum tersebut tidak diakomodasi pemerintah, maka akan ada demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid II.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More