Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Bhayangkara di Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan pemerintahannya harus bersih dari segala praktik pelanggaran hukum. Oleh karena itu, Prabowo menyampaikan, pemerintahannya sedang melakukan transformasi besar.
"Kita sedang melakukan transformasi besar di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, di tengah dunia penuh ketegangan dan konflik. Kita sedang melakukan transformasi ekonomi, transformasi birokrasi, transformasi pendidikan, transformasi pangan, transformasi energi," ujar Presiden.
"Transformasi kita adalah agar Indonesia menjadi negara yang modern, negara yang makmur dalam keadilan, negara yang berdiri di atas kedaulatan rakyat," sambungnya.
Menurut Prabowo, stabilitas hanya bisa dilakukan apabila kemakmuran terjadi. Menurutnya, tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamanan. Dia kemudian menyinggung, tidak mungkin ada keadilan tanpa pemerintah yang bersih.
"Saya ingin mengingatkan kepada kita semua tidak mungkin ada kemakmuran tanpa stabilitas. Tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamanan. Tidak mungkin ada pertumbuhan ekonomi, ada investasi tanpa kepastian hukum. Tidak mungkin ada keadilan tanpa pemerintah yang bersih dan pemerintah yang penuh kompetensi," kata dia.
"Tidak akan pernah ada kesejahteraan tanpa ketertiban dan tidak mungkin ada negara yang kuat tanpa aparat negara yang dipercaya rakyat, yang setia kepada rakyat, dan yang melindungi rakyat. Karena itu, peran kepolisian sangat penting, sangat strategis, sangat menentukan," sambung Prabowo.
Prabowo menegaskan, negara yang gagal salah satunya karena tidak memiliki Polisi yang baik.
"Negara-negara yang gagal di antaranya adalah tidak mampu memiliki kepolisian yang baik," imbuh Prabowo.
