Prabowo: Jangan Sampai Demokrasi RI Dirusak oleh Kepentingan Asing!

- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menjaga demokrasi Indonesia agar tetap kuat dan tidak mudah diganggu oleh kepentingan luar.
- Dalam pidato HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas, Prabowo menekankan pentingnya kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat.
- Ia mengingatkan bahaya pembajakan demokrasi oleh pihak bermodal besar maupun kepentingan asing yang dapat merusak kedaulatan bangsa.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan selalu menjaga demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan agar jangan sampai ada pihak yang membajak demokrasi Indonesia.
Mulanya, Prabowo menyampaikan, pemerintahannya terbuka terhadap kritik disampaikan oleh pihak yang tidak sependapat.
"Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik, kritik sangat penting, kita butuh kritik untuk mengingatkan kita, kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," ujar Prabowo dalam pidatonya upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan, jangan sampai demokrasi Indonesia dibajak oleh mereka yang memiliki uang dan asing.
"Tapi, keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," imbuhnya.













